ilustrasi pelabuhan (pexels.com/Emin Alper)
Selain melumpuhkan sektor penerbangan, Topan Dolphin juga menghentikan seluruh aktivitas di sektor kelautan. Kantor berita pemerintah melaporkan bahwa layanan transportasi air pada lebih dari 200 rute feri di Zhejiang dan Fujian ditangguhkan sepenuhnya. Kebijakan tegas ini diberlakukan demi melindungi para nelayan dan kru kapal dari hantaman ombak raksasa di laut lepas. Gelombang ekstrem tersebut dipicu oleh kecepatan angin topan yang sempat menyentuh angka 162 kilometer per jam.
Seluruh pengerjaan proyek konstruksi lepas pantai di kawasan tersebut juga dihentikan secara total sejak Jumat pagi. Otoritas maritim telah menginstruksikan sebanyak 474 kapal konstruksi untuk segera merapat kembali ke pelabuhan terdekat. Keputusan cepat ini diambil demi mencegah terjadinya kerusakan infrastruktur laut akibat hempasan angin topan yang merusak. Langkah cepat ini diambil untuk mencegah potensi kerusakan infrastruktur laut serta kecelakaan kerja akibat hempasan badai.
Sebelum bergerak mendekati pesisir timur China, Topan Dolphin terpantau lebih dulu menyapu prefektur Okinawa, Jepang. Badai tersebut memutus aliran listrik ke puluhan ribu bangunan serta mengakibatkan luka ringan pada sejumlah warga setempat. Selain Jepang, wilayah utara Taiwan juga ikut terdampak oleh embusan angin kencang dan hujan lebat, yang memaksa pembatalan ratusan jadwal penerbangan domestik dan penangguhan layanan kapal feri penyeberangan
Hingga saat ini, pemerintah China terus memantau pergerakan Topan Dolphin secara berkala guna mengantisipasi dampak kerusakan yang lebih parah. Masyarakat setempat juga diimbau untuk selalu waspada dan mematuhi instruksi evakuasi demi keselamatan bersama selama masa tanggap darurat berlangsung.