Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Korban Tewas di Gaza akibat Serangan Israel Tembus 74 Ribu Jiwa

3 min read
Korban Tewas di Gaza akibat Serangan Israel Tembus 74 Ribu Jiwa
Serangan udara Israel di Jalur Gaza saat perang berlangsung. (Jaber Jehad Badwan, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Korban tewas warga Palestina di Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai sedikitnya 74.016 orang, dengan 175.068 lainnya terluka menurut sumber medis dan otoritas kesehatan lokal.
  • Serangan Israel pada 27 September dilaporkan menewaskan Uday Adli al-Assar di al-Mawasi serta melukai tujuh warga di beberapa lokasi Gaza melalui serangan drone.
  • Sejak gencatan senjata Oktober 2025, 1.145 warga Palestina dan tujuh tentara Israel tewas; Israel menguasai hampir 70 persen Gaza, sementara pelaksanaan kesepakatan masih buntu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Jumlah korban tewas warga Palestina dalam perang yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza telah melampaui 74 ribu orang sejak 7 Oktober 2023. Sumber-sumber medis melaporkan sedikitnya 74.016 warga meninggal dunia dan 175.068 orang lainnya mengalami luka-luka selama perang yang berlangsung hampir tiga tahun tersebut.

Otoritas kesehatan lokal mengonfirmasi rumah sakit di seluruh wilayah Gaza menerima tujuh korban tewas dan 38 korban luka dalam kurun waktu 48 jam terakhir per Sabtu (26/9/2026). Serangan militer lanjutan pada Minggu (27/9) dilaporkan kembali menewaskan satu orang dan melukai tujuh warga lainnya.

  1. 1. Serangan drone tewaskan satu warga di al-Mawasi

    ilustrasi drone militer
    ilustrasi drone militer (Beograd007, CC0, via Wikimedia Commons)

    Serangan militer Israel dilaporkan kembali terjadi pada Minggu (27/9). Dilansir Daily Sabah, seorang warga Palestina berusia 28 tahun bernama Uday Adli al-Assar tewas akibat serangan drone Israel di wilayah al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis. Insiden pembunuhan ini dilaporkan menandai pelanggaran terus-menerus oleh pihak Israel terhadap gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat sejak Oktober 2025.

    Drone Israel juga mengebom kerumunan orang di dekat Masjid Putih di kamp pengungsi al-Shati, melukai dua orang dengan satu korban dalam kondisi kritis. Serangan terpisah menggunakan drone menghantam kawasan dekat tenda penampungan pengungsi di sekitar pasar lingkungan Sheikh Radwan, utara Kota Gaza, yang melukai lima orang. Saksi mata turut melaporkan tembakan gencar pasukan Israel ke arah barat dan timur Kota Gaza, barat Beit Lahia, timur Khan Younis, serta barat laut Rafah.

  2. 2. Data korban selama masa gencatan senjata Oktober 2025

    Warga Gaza berjalan di antara reruntuhan bangunan hancur.
    Warga Gaza berjalan di antara reruntuhan bangunan hancur. (Novghorod, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Pencatatan korban jiwa terus bertambah sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip Daily Sabah, sebanyak 1.145 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata Oktober 2025 berjalan. Selain itu, dilaporkan pula sebanyak tujuh tentara Israel tewas dalam kurun waktu yang sama.

    Di sisi lain, proses kemanusiaan dan evakuasi di lapangan masih menghadapi kendala besar. Sejumlah korban tewas maupun luka dilaporkan masih terjebak di bawah puing reruntuhan bangunan serta di jalanan karena ambulans dan kru penyelamat belum dapat menjangkau lokasi mereka.

  3. 3. Kendali wilayah militer Israel dan mandeknya gencatan senjata

    Israel Defense Forces (Pasukan Pertahanan Israel)
    Israel Defense Forces (Israel Defense Forces, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

    Pasukan militer Israel saat ini menguasai hampir 70 persen wilayah Palestina di Jalur Gaza. Berbagai aspek pelaksanaan lain dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat tersebut dilaporkan masih mengalami kebuntuan. Pihak Hamas telah menyatakan akan melucuti senjata, namun pemerintahan baru Palestina belum terbentuk dan proses rekonstruksi belum dimulai.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pasukan Israel tidak akan menarik diri sampai pihak Hamas melucuti senjatanya. Perang ini bermula dari serangan Hamas ke wilayah selatan Israel pada Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menahan 251 sandera. Catatan terperinci mengenai data korban yang dikelola otoritas kesehatan Gaza dinilai secara umum dapat diandalkan oleh badan-badan PBB dan organisasi internasional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More