Jakarta, IDN Times - China kembali melaksanakan eksekusi mati terhadap seorang warga negara asing yang terlibat jaringan narkotika kelas kakap pada Sabtu (4/4/2026). Chan Thao Phoumy, warga negara Prancis keturunan China, dieksekusi setelah pengadilan memvonisnya bersalah sebagai pemimpin sindikat produksi sabu atau kristal metamfetamin sejak akhir 1990-an.
Kasus ini memicu ketegangan diplomatik antara Paris dan Beijing. Meski pemerintah Prancis sudah melakukan berbagai upaya diplomasi selama lebih dari sepuluh tahun demi kemanusiaan, pemerintah China bersikeras menjalankan hukuman maksimal tersebut untuk menegakkan kedaulatan hukum nasionalnya.