Comscore Tracker

Ahli Imunologi Jerman Desak Negara Ubah Aturan Vaksinasi

Regulator UE menyetujui AstraZeneca di semua kelompok umur

Berlin, IDN Times - Ahli imunologi Jerman mendesak negaranya untuk mengubah aturan pemberian vaksin COVID-19 dengan memberikan kepada orang-orang berusia di atas 65 tahun. Regulator Uni Eropa juga menyetujui vaksin buatan AstraZeneca untuk semua kelompok umur. Bagaimana awal ceritanya?

1. Ia juga mendesak Kanselir Jerman untuk menayangkan langsung pemberian vaksin demi membuktikan keamanannya

Ahli Imunologi Jerman Desak Negara Ubah Aturan VaksinasiSituasi di sekitar kota Hamburg, Jerman. (Pixabay.com/liggraphy)

Dilansir dari BBC, Kepala Perkumpulan Imonologi Jerman, Prof. Carsten Watzl, memperkirakan regulator harus membalikkan keputusan mereka untuk tidak merekomendasikan suntikan terhadap para lansia berusia 65 tahun ke atas. Dia juga mendesak Kanselir Jerman, Angela Merkel, untuk menayangkan langsung pemberian vaksin di TV demi membuktikan keamanannya. Komisi vaksin Jerman saat ini sedang meninjau rekomendasinya.

Seruan dari Prof. Watzl muncul setelah adanya penelitian baru di Skotlandia yang menunjukkan vaksin buatan AstraZeneca efektif untuk para lansia. Jerman merupakan salah satu dari negara Uni Eropa yang telah menyatakan keraguan atas kemanjuran vaksin pada lansia dan saat ini, Jerman sedang berjuang untuk menghindari gelombang ketiga virus COVID-19 karena jumlah kasus di Jerman belum menurun. Pihak regulator medis Uni Eropa telah menyetujui penggunaan vaksin buatan AstraZeneca untuk semua kelompok umur pada bulan Januari 2021 lalu.

Namun, peluncuran tersebut justru disambut oleh beberapa skeptisisme publik setelah regulator di negara-negara termasuk Prancis, Jerman, dan Italia merekomendasikan bahwa itu tidak boleh digunakan untuk orang berusia di atas 65 tahun. Mereka mengutip data yang tidak cukup tentang kemanjuran untuk para lansia.

2. Kanselir Jerman dikabarkan tidak menolak vaksin buatan AstraZeneca

Ahli Imunologi Jerman Desak Negara Ubah Aturan VaksinasiKanselir Jerman, Angela Merkel. (Instagram.com/bundeskanzlerin)

Kanselir Jerman, Angela Merkel, dikabarkan tidak menolak vaksin buatan AstraZeneca, meskipun beberapa media mengabarkan hal negatif tentang vaksin tersebut. Dalam pernyataannya, ia mengakui dengan usianya mencapai 66 tahun, ia tidak termasuk dalam kelompok yang direkomendasikan oleh AstraZeneca. Pemerintah Jerman menyatakan bahwa hanya orang-orang dalam kelompok prioritias utama yang berusia antara 18-64 tahun yang dapat diberikan vaksin AstraZeneca.

Mereka juga menambahkan ini merupakan vaksin yang aman dan sangat efektif, di mana 1 dari 3 vaksin yang saat ini disetujui untuk digunakan di Uni Eropa. Menurut Merkel, semua pihak berwenang memberi tahu pihaknya bahwa vaksin ini dapat dipercaya serta selama vaksin itu langka seperti saat ini, mereka tidak dapat memilih dengan apa akan diberikan vaksin. Jerman bersama beberapa negara Uni Eropa lainnya sebelumnya mendapatkan kritikan karena lamban dalam pendistribusian vaksin COVID-19 kepada masing-masing warganya.

Baca Juga: Jerman dan Belgia Sita Kokain Terberat di Eropa

3. Reputasi vaksin buatan AstraZeneca di beberapa negara lainnya

Ahli Imunologi Jerman Desak Negara Ubah Aturan VaksinasiIlustrasi vaksin COVID-19. (Pixabay.com/torstensimon)

Reputasi vaksin buatan AstraZeneca juga telah disangkal di beberapa negara lainnya. Salah satunya di Prancis, di mana Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan vaksin tersebut tidak efektif untuk kelompok lansia berusia 65 tahun ke atas dan di Prancis sendiri belum ada izin untuk diberikan kepada para lansia. Begitu juga dengan otoritas Swiss yang menolak vaksin tersebut, sementara pihak Food and Drug Adminsitration (FDA) Amerika Serikat diperkirakan tidak akan memutuskan produk tersebut hingga April 2021 ini.

Akan tetapi, vaksin AstraZeneca justru mendapatkan persetujuan di beberapa negara di dunia. Salah satunya adalah Kanada yang pekan lalu menyetujui vaksin AstraZeneca dan India juga melakukan hal serupa pada bulan Januari 2021 lalu. Negara lain yang telah memberikan persetujuan untuk vaksin ini diantaranya Argentina, Republik Dominika, El Salvador, Meksiko, dan Maroko dan itu juga telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (PBB).

Baca Juga: Jerman Perketat Akses Perbatasan dengan Republik Ceko dan Austria

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya