Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Daftar 25 Calon Dubes RI untuk Negara Sahabat yang Ikut Uji Kelayakan
Komisi I DPR RI (IDN Times/Amir Faisol)
  • Komisi I DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan bagi 25 calon duta besar Indonesia pada 21–22 September 2026, setelah menerima surat presiden dari pemerintah.
  • Wakil Ketua Komisi I Anton Sukartono Surat menyebut para calon telah melalui penyaringan ketat Kemlu; penolakan dimungkinkan bila ada cacat atau laporan masyarakat yang dinilai berisiko.
  • Para calon disiapkan untuk berbagai negara dan organisasi internasional, termasuk Tiongkok, Inggris, India, Timor Leste, Afrika Selatan, Iran, ASEAN, serta sejumlah negara di Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Komisi I DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test, terhadap 25 calon duta besar Indonesia untuk negara-negara sahabat selama 21-22 September 2026, setelah pihak parlemen resmi menerima surat presiden (surpres) dari pemerintah.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Surat, membenarkan pihaknya mulai menggelar uji kelayakan calon duta besar Indonesia untuk negara sahabat terhadap 25 calon.

"Udah mulai, dua hari sampai besok," kata Anton kepada jurnalis, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, 25 calon dubes tersebut sebelumnya telah melewati seleksi ketat di Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Karena itu, dia memastikan seluruh calon berpotensi lolos dalam proses uji kelayakan di Komisi I DPR RI.

"Kecuali memang ada yang cacat, ada yang laporan dari masyarakat, yang kita pikir itu bahaya untuk ditaruh di tempat sana, mungkin ada. Biasanya sih nggak ada yang begitu, karena kan screening-nya Deplu kan ketat sekali ya," kata dia.

Hasil pendalaman dari Komisi I DPR RI dalam proses uji kelayakan dan kepatutan, nantinya akan diserahkan terhadap pimpinan DPR RI.

"Di Deplu udah screening banget. Meskipun dia dari karir atau non-karir, dia check and recheck gimana latar belakangnya segala macam. Kalau memang layak dia baru dikirim ke sini," kata dia.

Sementara, anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyatakan uji kelayakan terhadap calon dubes akan digelar dalam dua sesi. Ia juga membenarkan ada 25 orang calon dubes yang ikut proses uji kelayakan selama dua hari di Komisi I DPR.

"Jumlahnya benar 25 orang , detail satu persatu harus saya cocok kan satu persatu," ujar dia saat mengonfirmasi daftar calon dubes yang diterima IDN Times.

Berikut daftar calon Dubes RI untuk Negara Sahabat dan Organisasi Internasional:

1. Irawan Ronodipuro (untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia berkedudukan di Beijing)

2. Baringin M.H. Panggabean (untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan IMO berkedudukan di London).

3. Desra Percaya (untuk Republik India merangkap Kerajaan Bhutan berkedudukan di New Delhi)

4. lwan Freddy Hari Susanto (untuk Kerajaan Hasyimiyah Yordania berkedudukan di Amman) 5. R. Heru Hartanto Subolo (untuk Republik Yunani berkedudukan di Athena)

6. Azis Nurwahyudi (untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda serta Federasi Saint Kitts dan Nevis berkedudukan di Bogota)

7. Sigit Suryantoro Widiyanto (Untuk Republik Demokratik Timor Leste berkedudukan di Dili).

8. Albert Abdi (untuk Republik Tanzania berkedudukan di Dar Es Salam)

9. R. Sigit Witjaksono (untuk Republik Sudan berkedudukan di Khartoum)

10. Darianto Harsono (untuk Republik Sosialis Demokratik Srilanka erangkap Republik Maladewa berkedudukan di Kolombo)

11. Winanto Adi (untuk negara Kuwait berkedudukan di Kuwait City)

12. Epiphania Riris Wusananingdyah (untuk Republik Peru merangkap Republik Plurinasional Bolivia berkedudukan di Lima)

13. Tri Tharyat (untuk Kerajaan Spanyol berkedudukan di Madrid)

14. Josef A. Nae Soi (untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau berkedudukan di Manila

15. Bagus Hendraning Kobarsyih (untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan berkedudukan di Astana)

16. Achsanul Habib (untuk Kerajaan Kamboja berkedudukan di Phnom Penh)

17. Wahyuni Refi Satya Bekti (untuk Kerajaan Bahrain berkedudukan di Manama)

18. Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake (untuk Republik Afrika Selatan merangkap Republik Botswana

19. Lintang Total Paramitasari Parnohadiningrat (untuk ASEAN berkedudukan di Jakarta)

20. Zaim Al Khalis Nasution (untuk Republik Islam berkedudukan di Tehran) Iran

21. Ratieh Sanggarwaty (untuk Republik Tunisia berkedudukan di Tunis

22. Mohammad Iskandarsyah Derry Aman (untuk Republik Polandia berkedudukan di Warsawa)

23. Dindin Wahyudin (untuk Selandia Baru berkedudukan di Wellington)

24. Dewi Justicia Meidiwaty (untuk Republik Demokratik Rakyat Laos berkedudukan di Vientianne)

25. Yulastiawarman (untuk Republik Kroasia berkedudukan di Zagreb).

Curated For You

Editorial Team

Related Article