Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Daftar Nama WNI yang Ikut Kapal Kemanusiaan GSF ke Palestina
armada Global Sumud Flotilla (Codas, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
  • Kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dicegat pasukan Israel di Laut Mediterania Timur dekat Kepulauan Siprus, saat membawa relawan dari berbagai negara termasuk Indonesia.
  • Rombongan GSF yang berangkat dari Albatros Marina, Turki, terdiri atas sekitar 54 kapal dan sempat dipantau serta dikejar oleh kapal perang dan drone milik tentara Israel.
  • Sembilan warga negara Indonesia ikut dalam lima kapal berbeda di rombongan GSF, terdiri dari relawan Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Spirit of Aqso, SMART 171, serta jurnalis dari beberapa media nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dicegat oleh pasukan dari tentara Israel. Upaya intersepsi hingga diduga terjadi penculikan ini terjadi laut Kepulauan Siprus, Mediterania Timur.

Dalam rombongan tersebut, di antaranya terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI). Mereka merupakan dari jurnalis hingga relawan.

1. Berangkat dari Turki dengan 54 kapal

armada Global Sumud Flotilla (Afek91, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Perwakilan delegasi Indonesia dalam misi kemanusiaan GSF, Herman Budiyanto, mengatakan ada sekitar 54 kapal yang diberangkatkan dari Albatros Marina. Kapal itu menampung relawan dari berbagai negara.

"Ya kalau pemberangkatan dari Albatros itu pada Kamis. Hari Kamis dari Pantai Marmaris, wilayah Marmaris Turki. Dari Albatross ya, stay-nya Albatross, Marmaris. Jadi, kami berangkat di sana ada 54 kapal ya. Kemudian, kami bergerak dan sampai sekarang posisi ada di Mediterania," kata dia dalam sambungan virtual di konferensi pers, Gedung Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026) malam.

2. Sempat dipantau kapal tentara Israel dan Drone

potret bendera Israel (pexels.com/Oren Noam Gilor)

Herman mengatakan, rombongan kapal GSF sempat sempat dipantau langsung oleh kapal milik tentara Israel hingga drone. Kapal tersebut sempat mendekat dan melakukan pengejaran. Namun saat ini, kapal dan drone tersebut sudah tidak terlihat.

"Ya, Alhamdulillah kami dari semalam sudah, sudah siaga untuk terus memantau pergerakan kapal-kapal, ada drone ya. Alhamdulillah malam sudah tidak ada. Ada drone-drone saja, kemudian pagi baru muncul adanya kapal, dua kapal perang dari IDF. Nah kapal-kapal ini menurunkan sekoci-sekoci bergerak mendekati mengejar kapal-kapal kami," ujar Herman.

"Alhamdulillah, tim kami ini kapten, krunya, ya dari teman-teman luar biasa berpengalaman. Mereka bisa manuver melakukan penghindaran-penghindaran jauh ya dan sudah dari sasar pengejaran IDF tadi. Dan, tentu ini juga berkat pertolongan Allah, doa dari seluruh warga negara sekalian Indonesia di mana pun berada," lanjutnya.

3. Sembilan WNI yang ikut rombongan Kapal GSF

Ilustrasi Bendera Palestina (pexels.com/Alfo Medeiros)

Adapun WNI yang ikut dalam rombongan tersebut tersebar pada lima kapal kemanusiaan berbeda. Berikut ini sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan kapal GSF dan dilaporkan diculik oleh militer Israel:

1. Herman Budianto Sudarsono dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro

3. ⁠ Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat di Kapal Josef

4. Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso di Kapal Kasri Sadabad

5. Hendro Prasetyo dari SMART 171 di Kapal Kasri Sadabad

6. ⁠Jurnalis Republika, Bambang Noroyono di Kapal BoraLize

7. ⁠Jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan Billah di Kapal Ozgurluk

8. ⁠Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk

9. Jurnalis iNews, Rahendro Herubowo di kapal Ozgurluk

Editorial Team