Dalam pidatonya di acara World Peace Forum di Beijing, Fazli mengatakan bahwa Iran akan melakukan kerja sama dengan Oman untuk memungut tarif di Selat Hormuz. Sebab, selain Iran, Oman juga menjadi negara yang berada tepat di dekat salah satu jalur perdagangan strategis tersebut.
Meski Ditentang AS, Iran Ngotot Pungut Tarif di Selat Hormuz

- Iran menegaskan akan tetap memungut tarif bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz, bekerja sama dengan Oman untuk menjaga keamanan dan pengawasan jalur pelayaran strategis tersebut.
- Amerika Serikat menolak langkah Iran karena menganggap Selat Hormuz sebagai perairan internasional berdasarkan hukum laut, sehingga semua negara berhak bebas berlayar tanpa dikenai biaya.
- AS berencana membahas isu tarif Selat Hormuz dalam negosiasi lanjutan dengan Iran di Doha, Qatar, bersamaan dengan topik deeskalasi konflik regional dan pencairan aset Iran.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran dikabarkan akan tetap memungut tarif untuk kapal-kapal yang berlayar di Selat Hormuz meski sudah ditentang Amerika Serikat. Kabar tersebut disampaikan oleh Duta Besar Iran yang bertugas di China, Abdolreza Rahmani Fazli, pada Sabtu (4/7/2026).
1. Iran menganggap Selat Hormuz sebagai wilayah teritorialnya

Menurut Fazli, Iran menganggap Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah teritorialnya. Oleh karena itu, Iran menganggap berhak memberlakukan tarif untuk semua kapal yang berlayar atau transit di perairan tersebut. Sebab, ini merupakan upaya Iran untuk menjaga wilayah teritorialnya agar tidak digunakan semena-mena oleh negara lain.
“Sebagai negara yang Selat Hormuz merupakan bagian dari perairan teritorialnya, kami pasti akan mengenakan biaya layanan. Pengaturan baru ini akan berkaitan dengan menjamin keamanan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, pengawasan jalur pelayaran kapal, dan menjamin serta menangani konsekuensi lingkungan dari banyaknya kapal,” kata Fazli dalam pidatonya, seperti dilansir Times of Israel, Minggu (5/7/2026).
2. AS menganggap Selat Hormuz bukan wilayah teritorial Iran

Di sisi lain, AS menganggap Selat Hormuz bukan wilayah teritorial Iran. Sebab, menurut hukum laut internasional (UNCLOS), Selat Hormuz merupakan perairan internasional sehingga kapal dari negara mana pun punya hak bebas berlayar di sana. Oleh karena itu, Iran tidak boleh memungut tarif apa pun di selat tersebut karena tindakan itu melanggar hukum internasional.
“Jalur perairan internasional bukan milik negara mana pun. Ini adalah prinsip mendasar di dunia saat ini. Tanpanya, dunia akan berada dalam kekacauan total. Jika kita benar-benar menerima bahwa Anda dapat memungut biaya untuk menggunakan jalur air internasional karena kebetulan berada di dekat wilayah teritorial Anda, maka hal ini akan menyebar ke seluruh dunia seperti penyakit menular,” kata Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam pernyataannya pada Juni lalu.
3. AS akan mendiskusikan Selat Hormuz dengan Iran dalam negosiasi di Qatar

Untuk mencegah upaya Iran mengambil tarif di Selat Hormuz, AS bakal melanjutkan negosiasi dengan mereka di Doha, Qatar. Dalam negosiasi itu, salah satu hal yang akan dibahas adalah penjaminan hak bebas berlayar di Selat Hormuz. Selain itu, AS dan Iran juga akan membahas perihal lain, seperti deeskalasi perang Israel dan Lebanon serta pencairan aset Iran yang sudah lama dibekukan AS.
Negosiasi lanjutan antara Iran dan AS sendiri bakal digelar setelah upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei selesai. Setelah menjalani upacara panjang di Ibu Kota Teheran sejak Jumat (3/7/2026) pekan lalu, eks Pemimpin Tertinggi Iran itu bakal segera dimakamkan di kota kelahirannya, Al-Mashhad, pada Kamis (9/7/2026) pekan ini.




















