Trump Kritik Eropa yang Mengizinkan Imigran Masuk

- Donald Trump mengkritik negara-negara Eropa karena membuka pintu bagi imigran dari negara berkembang, menyebut sebagian dari mereka sebagai kriminal dan ancaman bagi keamanan.
- Dalam peringatan Hari Kemerdekaan AS ke-250, Trump menegaskan sikap anti-imigran serta mengecam negara-negara Eropa yang menolak mendukung operasi militer AS terhadap Iran.
- Trump mempertanyakan fungsi NATO dan menyinggung kemungkinan penarikan AS dari aliansi tersebut, sambil mengancam tarif tinggi bagi Uni Eropa terkait pajak perusahaan teknologi Amerika.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengkritik kebijakan negara-negara Eropa yang membuka pintu bagi imigran dari negara berkembang. Menurutnya, sebagian dari imigran tersebut adalah kriminal.
Sejak dipimpin Trump, hubungan AS dan Uni Eropa (UE) merenggang menyusul penetapan tarif. Relasi keduanya kembali memburuk karena negara-negara Eropa anggota NATO menolak membantu AS dalam meluncurkan serangan ke Iran.
1. Sebut Eropa akan menjadi Negara Dunia Ketiga

Trump mengatakan, Eropa seharusnya belajar dari apa yang sudah terjadi. Ia menyebut pelaku kriminal di Eropa banyak berasal dari Negara Dunia Ketiga.
“Eropa harus belajar ketika membiarkan kriminal Negara Dunia Ketiga masuk, maka Anda akan menjadi sebuah Negara Dunia Ketiga. Ini terjadi dengan cepat dalam sekejap,” terangnya, dikutip dari Democrata, Senin (6/7/2026).
Presiden dari Partai Republikan itu menyebut ia terpilih di saat yang tepat. Alhasil, ia dapat menerapkan kebijakan anti-imigran yang tepat dan menghalangi masuknya imigran.
2. Trump sebut AS sudah diserang

Dalam acara Hari Kemerdekaan AS ke-250, Trump mengatakan, AS harus mewaspadai kedatangan imigran. Ia menekankan bahwa AS tidak akan menyambut kedatangan imigran yang tidak punya nilai kesamaan dengan negaranya.
Dilansir EFE, Trump sudah mengkritisi Spanyol, Italia, Jerman, Prancis, dan Inggris karena tidak mendukungnya dalam perang di Iran. Selain itu, tidak memperbolehkan menggunakan pangkalan militer untuk operasi militer di Iran.
3. Trump mempertanyakan fungsi NATO

Pada saat yang sama, Trump juga mempertanyakan fungsi NATO dan distribusi beban antar anggota aliansi tersebut. Pernyataan presiden AS ini disampaikan menyusul kunjungan ke KTT NATO di Turki pekan depan.
Trump sebelumnya sudah menyebut NATO sebagai macan kertas dan berniat menarik AS dari aliansi tersebut. Presiden AS tersebut juga mengancam akan menetapkan tarif sebesar 100 persen kepada UE jika ditetapkannya pajak untuk perusahaan teknologi asal AS.



















