Jakarta, IDN Times – Harga minyak global pada Minggu (8/3/2026) menembus 100 dolar AS (setara Rp1,68 juta) per barel untuk pertama kali sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022. Lonjakan ini dipicu konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran yang bermula dari serangan gabungan pada 28 Februari 2026.
Dampak perang tersebut mengurangi suplai minyak ke pasar internasional sekitar 20 juta barel per hari. Patokan minyak internasional Brent crude melonjak hingga 20 persen, sempat menyentuh 111 dolar AS (setara Rp1,87 juta) per barel lalu bergerak di kisaran 108-108,10 dolar AS (setara Rp1,82 juta), sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga naik ke sekitar 108-108,72 dolar AS (sekitar Rp1,83 juta) dan sempat mencapai puncak sementara 110 dolar AS (setara Rp1,86 juta).
