Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Iran Sebut Serangan AS Rusak Infrastruktur Air di Wilayahnya

Iran Sebut Serangan AS Rusak Infrastruktur Air di Wilayahnya
potret Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei (commons.wikimedia.org/Foad Ashtari)
Intinya Sih
  • Pemerintah Iran menuduh serangan udara AS di wilayah selatan merusak dua waduk air besar yang menjadi sumber utama air bersih bagi lebih dari 20.000 warga di sepuluh desa.
  • Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas jatuhnya helikopter AH-64 Apache milik militer AS di Selat Hormuz, yang menurut Presiden Donald Trump ditembak oleh Iran.
  • Iran membantah tuduhan menembak helikopter AS dan memperingatkan Washington agar tidak menjadikan insiden itu alasan untuk menyerang, karena dapat memperburuk ketegangan di Timur Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran mengatakan, serangan Amerika Serikat (AS) di wilayah selatan pada Rabu (10/6/2026) kemarin telah merusak infrastruktur air untuk warga sipil. Kabar tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, lewat sebuah unggahan di X tidak lama usai serangan AS menghantam Iran selatan.

“Air adalah denyut nadi kehidupan dan AS sengaja menargetkan sumber kehidupan rakyat Iran. Ini bukan kerusakan tambahan. Ini adalah kejahatan perang yang direncanakan dan pelanggaran terang-terangan terhadap hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional,” jelas Baqaei, seperti dilansir Anadolu Agency.

1. Serangan AS hancurkan dua waduk air berkapasitas tinggi

Waduk berisi banyak air.
potret waduk (pexels.com/Mike Norris)

Baqaei menambahkan, infrastruktur air yang hancur imbas serangan AS adalah dua waduk air berkapasitas tinggi. Menurutnya, fasilitas tersebut bisa menampung air hingga 2,500 meter kubik. Jumlah tersebut sudah cukup untuk memberikan akses air kepada puluhan ribu warga Iran selatan. 

Oleh karena itu, kerusakan ini membuat lebih dari 20.000 warga yang tinggal di 10 desa di Iran selatan kini kesulitan mengakses air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka kini kesulitan memasak, mencuci pakaian, mandi, dan minum karena tidak ada pasokan air bersih.

2. AS menyerang Iran sebagai balasan atas jatuhnya helikopter AH-46 Apache

Helikopter AH-64 Apache milik militer Amerika Serikat.
potret helikopter AH-64 Apache milik militer Amerika Serikat (commons.wikimedia.org/U.S. Army)

Sebagai informasi, serangan AS terhadap Iran pada Rabu kemarin berkaitan dengan jatuhnya helikopter AH-64 Apache milik militer AS di Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan, Iran sengaja menembak jatuh helikopter itu sebagai upaya pertahanan diri dari serangan AS.  

“Saya baru saja mendapat informasi dari militer hebat kita bahwa tadi malam, Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kita yang sangat canggih saat berpatroli di atas Selat Hormuz,” jelas Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social dikutip Jerusalem Post

3. Iran membantah tuduhan AS atas jatuhnya helikopter Apache

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (pixabay.com/Chickenonline)

Namun, tuduhan Trump tadi dibantah Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang tidak disebut namanya mengatakan, negaranya sama sekali tidak menyerang helikopter AS yang sedang terbang di Selat Hormuz. Bantahan itu diperkuat oleh keterangan angkatan bersenjata Iran. Mereka mengatakan, tidak ada operasi militer yang dilakukan di sekitar Selat Hormuz saat helikopter AS jatuh.  

Dalam pernyataannya kepada Iran International, militer Iran mengultimatum AS untuk jangan mengambinghitamkan mereka atas jatuhnya helikopter Apache. Sebab, tuduhan itu berpotensi memperkeruh situasi di Timur Tengah. Militer Iran juga mewanti-wanti AS untuk jangan melakukan serangan dengan dalih balasan atas jatuhnya helikopter tersebut. Namun, Trump mengabaikan ultimatum Iran. Oleh karena itu, ia langsung meminta pasukan AS untuk melakukan serangan balasan ke Iran.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More