ilustrasi kawasan Timur Tengah (pexels.com/Lara Jameson)
Gempuran Israel di Lebanon selatan menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 149 lainnya, sehingga pemerintah Lebanon langsung menggelar rapat darurat. Situasi ini menambah daftar korban di kawasan yang terdampak konflik.
Serangan dari Iran juga menjalar ke sejumlah negara Teluk lain dengan tiga korban tewas di Uni Emirat Arab, satu orang di Kuwait, dan satu di Bahrain. Walau mayoritas rudal dan drone berhasil dicegat, serpihannya tetap menyebabkan korban serta merusak sejumlah properti.
Di wilayah Iran, lebih dari 200 orang dilaporkan meninggal sejak gelombang balasan dimulai. Jalan-jalan di Teheran tampak lengang karena warga memilih berlindung, sementara pasukan paramiliter Basij mendirikan pos pemeriksaan di berbagai sudut kota.
Sementara itu di Israel, rudal Iran menghantam beberapa titik termasuk Yerusalem dan sebuah sinagoge di Beit Shemesh, menewaskan sembilan orang serta melukai 28 lainnya. Secara keseluruhan, jumlah korban tewas di Israel akibat rangkaian serangan tersebut mencapai 11 orang.
Direktur regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hanan Balkhy, menyoroti perlindungan warga sipil melalui media sosial.
“Perlindungan terhadap warga sipil dan layanan kesehatan harus mutlak. Semua pihak harus … memastikan fasilitas medis tetap terlindungi,” tulis WHO.
Inggris, Prancis, dan Jerman menyerukan semua pihak untuk menahan diri, namun operasi militer dilaporkan masih berlangsung di berbagai front.