Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memulai agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis. Kehadirannya sekaligus memamerkan klaim keberhasilan diplomatik yang disebutnya dapat mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung sekitar 15 pekan.
Kesepakatan yang diumumkan beberapa hari sebelum KTT itu langsung menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan para pemimpin negara industri maju. Trump menyebut perjanjian tersebut berpotensi menjadi terobosan besar bagi keamanan global sekaligus membuka babak baru hubungan Washington dan Teheran.
Meski demikian, rincian lengkap kesepakatan belum dipublikasikan. Sejumlah aspek penting masih akan dibahas dalam perundingan teknis selama 60 hari ke depan sebelum implementasi penuh dilakukan.
Trump tiba di Evian-les-Bains dengan posisi politik yang relatif lebih kuat dibanding beberapa pekan sebelumnya. Konflik dengan Iran yang memicu lonjakan harga energi dunia sempat menuai kritik dari sejumlah pemimpin Eropa dan menimbulkan kekhawatiran di dalam negeri Amerika Serikat.
Dalam pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelum makan malam kerja para pemimpin G7, Trump menegaskan, kesepakatan dengan Iran akan memberikan dampak luas bagi stabilitas internasional.
“Saya pikir banyak hal besar akan terjadi di Timur Tengah saat ini, dan yang sangat penting harga minyak turun tajam dan pasar saham melonjak seperti roket hari ini. Kesepakatan Iran yang kami buat akan membawa banyak keberhasilan bagi dunia,” kata Trump, dikutip dari Korea Herald, Selasa (16/6/2026).
