Presiden AS, Donald Trump ( The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
Meskipun berhasil lolos di DPR, resolusi ini sebagian besar hanya bersifat simbolis untuk menunjukkan penolakan politik. Aturan tersebut kemungkinan besar akan langsung menghadapi veto dari presiden jika nantinya berhasil melewati persetujuan Senat AS.
Pemungutan suara ini merupakan upaya keempat yang dilakukan oleh DPR pada tahun ini untuk membatasi aksi militer Trump. Pada percobaan sebelumnya, upaya tersebut gagal disahkan karena pemungutan suara berakhir seri dengan hasil 212-212.
Keberhasilan kali ini dianggap sebagai titik balik penting bagi politikus Demokrat untuk mengambil kembali peran konstitusional mereka. Mereka menilai perlawanan terhadap resolusi ini sebelumnya hanyalah bentuk dukungan buta dari rekan-rekan Republik kepada sang presiden.
"Kewenangan itu telah berakhir dan dukungan saya terhadap resolusi malam ini sejalan dengan keyakinan saya bahwa sudah saatnya Kongres memutuskan ruang lingkup misi dan batasan yang tepat atas penggunaan kekuatan di Iran," ujar anggota DPR AS dari Partai Republik, Tom Barrett, dilansir Al Jazeera.