Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Ancam Setop Gencatan Senjata jika Iran Bunuh Tentara AS

Trump Ancam Setop Gencatan Senjata jika Iran Bunuh Tentara AS
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/U.S. Embassy Tel Aviv via commons.wikimedia.org/U.S. Embassy Tel Aviv)
Intinya Sih
  • Donald Trump menegaskan akan menghentikan gencatan senjata dengan Iran jika tentara AS terbunuh akibat serangan Iran, di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
  • Pasukan AS menyerang tiga pulau Iran di Selat Hormuz sebagai balasan atas penembakan drone MQ-1 Reaper milik mereka oleh angkatan bersenjata Iran.
  • Iran membalas dengan menyerang markas militer AS dan Bandara Internasional Kuwait, sementara negosiasi damai antara AS dan Iran dilaporkan mandek tanpa hasil konkret.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan akan mengakhiri gencatan senjata dengan Iran jika mereka melakukan serangan hingga membunuh tentara AS. Pernyataan Trump itu ada dalam laporan Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip keterangan pejabat AS, Rabu (3/6/2026).

Gencatan senjata AS dan Iran sendiri kini masih berlangsung. Meski begitu, dalam beberapa hari terakhir, AS dan Iran kerap saling serang. Kedua negara menyebut serangan yang mereka lakukan merupakan mekanisme pertahanan diri. Keduanya juga saling tuding soal serangan yang dilakukan. 

1. AS menyerang tiga pulau Iran di Selat Hormuz

Pulau Qeshm milik Iran yang terletak di Selat Hormuz.
potret Pulau Qeshm milik Iran yang terletak di Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/NASA)

Serangan terbaru AS ke Iran di tengah gencatan senjata terjadi pada Senin (1/6/2026) lalu. Kala itu, pasukan AS menyerang tiga pulau Iran yang ada di Selat Hormuz, yakni Pulau Goruk, Pulau Qeshm, dan Pulau Sirik. Menurut keterangan Pusat Komando AS (CENTCOM), serangan di Pulau Goruk dan Qeshm menyasar situs rudal dan radar Iran, sedangkan di Pulau Sirik menyasar pangkalan angkatan udara Iran.

CENTCOM menambahkan, serangan tadi dilakukan sebagai balasan terhadap Iran. Sebab, angkatan bersenjata negara mayoritas Islam Syiah tersebut telah menembak jatuh drone MQ-1 Reaper milik pasukan militer AS. Drone tersebut kerap digunakan pasukan AS untuk menyerang Iran dan para sekutunya sejak perang meletus pada 28 Februari lalu.

2. Iran membalas serangan yang dilakukan AS

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (pixabay.com/Chickenonline)

Merespons serangan AS, Iran tidak tinggal diam. Iran melakukan serangan balasan ke markas militer AS yang ada di Kuwait pada Rabu. Bersamaan dengan itu, Iran juga meluncurkan serangan ke Bandara Internasional Kuwait. Serangan itu menghantam stasiun 1 yang ada di bandara. Serangan itu melukai beberapa orang dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Kerusakan ini lantas membuat sejumlah penerbangan dihentikan sementara. 

“Selain menimbulkan korban luka, serangan Iran mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas bandara. (Oleh karena itu, kami memutuskan untuk melakukan) penangguhan penerbangan dan pengalihan penerbangan ke bandara alternatif hingga pemberitahuan lebih lanjut,”  bunyi pernyataan resmi Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait, seperti dikutip Jerusalem Post

3. Negosiasi damai AS dan Iran mandek

Negosiasi damai.
ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler)

Aksi saling serang antara AS dan Iran tadi dilakukan di tengah proses negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung. AS dan Iran sendiri sudah melakukan negosiasi sejak 21 Mei lalu. Namun, negosiasi itu hingga kini belum berbuah kesepakatan damai.  

Saat ini, negosiasi damai AS dan Iran dikabarkan mandek. Sebab, Iran memutuskan untuk menghentikan negosiasi secara sepihak karena Israel terus menyerang Lebanon. Namun, Trump menyebut negosiasi AS dan Iran kini masih berlanjut. Ia juga menegaskan negosiasi akan tetap dilakukan sampai kesepakatan damai AS dan Iran bisa diraih. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More