Pemadaman Kalteng Picu Amarah, PLN Didesak Tak Cukup Minta Maaf

- Pemadaman bergilir hingga tiga jam di Palangka Raya dan Pangkalan Bun memicu protes, termasuk pengiriman bangkai ayam ke kantor PLN, karena merugikan warga dan pelaku usaha.
- Anggota Komisi IV DPR Bambang Purwanto menilai pemadaman mengancam UMKM, pertanian, peternakan, dan industri; ia meminta PLN bertanggung jawab atas kerugian pelanggan.
- PLN menyebut kerusakan generator PLTU Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin IPP menurunkan pasokan; perbaikan dipercepat sambil menerapkan pengaturan beban terbatas.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi IV DPR RI, Bambang Purwanto, mengaku heran dengan peristiwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi di daerah pemilihannya (dapil), di Kalimatan Tengah (Kalteng). Pemadaman listrik di Palangka Raya dan Pangkalan Bun terjadi bergiliran selama tiga jam, meskipun batu bara sebagai sumber listrik berasal dari Kalimantan.
Ia menegaskan, pemadaman listrik seperti ini jelas membunuh para pengusaha kecil sampai besar baik bidang pertanian, peternakan sampai para usaha produksi yang telah bergantung dengan listrik. Pernyataan ini disampaikan Bambang menyikapi peristiwa pemadaman listrik begilir di Kalimantan Tengah yang viral di media sosial. Dalam video yang diunggah @akunCeritaOomBM, Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap dan Persatuan Insan Perunggasan Kalimantan Tengah juga mengirimkan bangkai ayam yang sudah membusuk ke halaman kantor PLN UP3 Palangka Raya, di Jalan Ahmad Yani.
"Kerugian ini mestinya PLN harus menanggung akibatnya karena pelanggan sudah tertib membayar," kata dia, kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
1. Pemadaman listrik menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan pelaku usaha

Bambang mengatakan, listrik telah menjadi kebutuhan dasar yang menopang hampir seluruh aspek kehidupan. Tidak hanya untuk penerangan, listrik juga menjadi penunjang utama sektor komunikasi, pendidikan, pelayanan publik, hingga berbagai kegiatan usaha.
Menurut Bambang, pemadaman listrik berkepanjangan berpotensi menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pertanian, peternakan, hingga industri yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
"Bila managemen PLN nggak mampu mengelola baiknya mundur agar tidak terjadi hal-hal seperti ini yang merugikan masyarakat, pengusaha, yang ujungnya menghambat pertumbuhan ekonomi," kata dia.
2. PLN tak cukup sekadar minta maaf

Sementara itu, dalam video yang diunggah pemilik akun TikTok @akunCeritaOomBM, Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap dan Persatuan Insan Perunggasan Kalimantan Tengah mengirimkan bangkai ayam ke kantor PLN setempat.
Koordinator Nasional Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK), Febri Yohansyah menegaskan, harus ada langkah konkret dari PLN menyikapi peristiwa pemadaman listrik bergulir di Kalteng. PLN tidak cukup sekadar menyampaikan permohonan maaf yang dianggap tidak menyelesaikan dampak kerugian materiil yang dialami warga maupun pelaku usaha.
“Saat terjadi blackout di sejumlah wilayah Sumatra, beliau meminta maaf. Ketika blackout terjadi di Pulau Jawa, juga meminta maaf. Seolah-olah dengan permintaan maaf tersebut masalah PLN selesai,” kata dia.
3. Pamadaman listrik karena PLTU rusak

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan gangguan listrik bermula setelah generator di PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan. Selain itu, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin sehingga kemampuan memasok daya ke sistem menurun.
Akibatnya, PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah supaya menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.
"PLN menyatakan seluruh personel telah diterjunkan untuk mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan," kata Iwan Soelistijono dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
"Perusahaan juga meminta masyarakat menghemat penggunaan listrik, terutama pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pemadaman bergilir berlangsung," imbuh dia.



















