Dubes Jepang Disambangi Natalia Tjahja Jelang Asian Para Games 2026

Duta Besar Jepang Ueno Atsushi menerima Natalia Tjahja di Jakarta menjelang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, yang pembukaannya akan menampilkan anthem ciptaan Natalia pada 18 Oktober 2026.
Pertemuan membahas inklusivitas, dengan Natalia menyoroti apresiasi Presiden IPC Andrew Parsons terhadap Tokyo, sementara Ueno mengapresiasi kontribusinya untuk lagu Asian Para Games.
Natalia memperkenalkan pendukung 100 CTFP, termasuk Suryo Pratomo, Abdulla Rafiu, dan Kementerian Kebudayaan RI, serta mengenang kesuksesan Paralimpiade Tokyo 2020 di tengah pandemi.
Jakarta, IDN Times - Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi, menerima kunjungan Natalia Tjahja, Pendiri Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF) di kediaman Duta Besar Jepang di Jakarta menjelang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Natalia yang juga merupakan pencetus 100 CTFP (100 Celebrities Talk for Para Athletes) adalah pencipta lagu anthem Asian Paralympic Committee (APC), yang akan diperdengarkan pada upacara pembukaan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 pada 18 Oktober 2026.
1. Bahas inklusivitas di penyelenggaraan Asian Games

Pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto mendampingi Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah bersama Kabid Binpres Pelatnas PBSI, Eng Hian di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (Dok. PP PBSI) Dalam pertemuan itu, Natalia menyampaikan ucapan selamat kepada Tokyo atas pencapaiannya yang luar biasa dalam bidang inklusi. Ia menyoroti penilaian 10,5 dari 10 yang diberikan oleh Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee (IPC), terhadap Tokyo.
Ueno juga mengapresiasi peran Natalia menciptakan lagu untuk Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
2. Kenalkan Suryo Pratomo hingga Fadli Zon sebagai pendukung 100 CTFP

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon ketika ditemui di Museum Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026. (IDN Times/Santi Dewi) Natalia juga memperkenalkan sejumlah tokoh terkemuka yang telah mendukung 100 CTFP. Ada Suryo Pratomo, mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura.
Kemudian, Menteri Olahraga Maladewa, Abdulla Rafiu, yang menjadi menteri pertama di dunia yang meluncurkan 100 CTFP di negaranya.
Lebih lanjut, Kementerian pertama di dunia yang mendukung 100 CTFP adalah Kementrian Kebudayaan RI di bawah kepemimpinan Fadli Zon.
3. Mengenang kesuksesan Paralimpiade Tokyo

Lapangan anggar di Pelatihan Paralimpiade Indonesia di Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah. (Dok/Kemenpora RI) Natalia mengenang upaya Presiden International Paralympic Committee (IPC), Andrew Parsons dalam memperjuangkan kebahagiaan dan pencapaian para atlet Paralimpiade di tengah pandemi COVID-19.
Meskipun ditunda selama satu tahun, Paralimpiade Tokyo 2020 akhirnya terselenggara dengan kesuksesan luar biasa. Ajang tersebut berlangsung tanpa penonton umum dan diikuti oleh para atlet dari 162 negara, dengan dukungan dari Kaisar Naruhito dan Jepang sebagai negara tuan rumah.
Pada Mei 2025, Kaisar Naruhito menganugerahkan Grand Cordon of the Order of the Rising Sun kepada Andrew Parsons sebagai pengakuan atas kontribusi luar biasanya dalam menciptakan sejarah bagi gerakan Paralimpiade.

























