Jakarta, IDN Times - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyerukan reformasi menyeluruh terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, pada Selasa (22/9/2026). Erdogan menilai PBB tidak lagi mampu menjalankan tugasnya secara efektif dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Ia secara khusus menyoroti struktur Dewan Keamanan (DK) PBB yang memberikan hak veto kepada lima anggota tetap. Menurut Erdogan, sistem tersebut perlu diubah agar lebih mencerminkan keterwakilan negara-negara anggota PBB.
