"Tidak ada contoh yang lebih baik dari bahaya yang dibiarkan menguat dan membahayakan dunia selain sponsor teror nomor satu, Republik Islam (Iran). Selama 51 tahun, rezim fanatik Iran telah memerintah dengan pertumpahan darah dan pembunuhan massal, menyebarkan kematian, pembantaian, serta kekacauan di seluruh Timur Tengah dan sekitarnya. Mereka adalah penindas di Timur Tengah, tetapi mereka bukan lagi penindas," kata Trump, seperti dilansir Jerusalem Post.
Di Sidang Umum PBB, Trump Sebut Iran Negara Teroris

- Presiden AS Donald Trump menyebut Iran sebagai sponsor teror utama dan menuduh rezimnya selama 51 tahun menyebarkan kekerasan serta kekacauan di Timur Tengah.
- Dalam pidato Majelis Umum PBB ke-81, Trump menegaskan tidak akan mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir, setelah klaim negosiasi penghentian program itu ditolak Teheran.
- Trump menuduh Iran memperbesar persediaan rudal dan drone untuk mengancam personel serta pangkalan AS, termasuk mengembangkan rudal yang mampu menjangkau Eropa.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut Iran sebagai “Negara teroris yang berperilaku buruk”. Pernyataan itu ia sampaikan saat berpidato di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 yang dihelat di New York pada Selasa (22/9/2026).
1. Trump menyinggung program senjata nuklir Iran di sidang PBB

potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji) Di tengah sidang umum PBB, Trump juga menyinggung program senjata nuklir Iran. Dalam pidatonya, Trump mengatakan, ia tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Trump mengklaim sudah melakukan segala daya dan upaya agar Iran mau menghentikan program senjata nuklirnya. Namun, Iran selalu bersikap tidak kooperatif. Sebab, Teheran tetap “Ngotot” untuk memiliki senjata pemusnah massal tersebut.
"Sejak hari pertama saya memasuki arena politik, saya tidak pernah goyah. Saya tidak akan pernah mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir. Setelah menjabat tahun lalu, saya segera membuka negosiasi dengan Iran dan menawarkan kerja sama ekonomi penuh sebagai imbalan atas penghentian program senjata nuklir mereka. Namun, mereka menolak. Mereka benar-benar menolak," lanjut Trump.
2. Trump menyebut Iran terus berupaya menyerang AS

ilustrasi serangan (unsplash.com/Emanuel Kypreos) Selain itu, Trump juga menyebut Iran terus memproduksi rudal dan drone untuk kebutuhan perang. Langkah tersebut, kata Trump, dilakukan untuk menyerang seluruh pangkalan militer AS yang ada di negara-negara Timur Tengah dan di kawasan lainnya. Bahkan, Trump menyebut bahwa Iran kini sedang berupaya melakukan serangan rudal dan drone ke Eropa.
"Rezim Iran tersebut terus membangun persediaan rudal dan drone yang sangat besar dan mengancam keamanan setiap anggota militer Amerika (Serikat) di Timur Tengah dan semua orang lain di wilayah tersebut. Mereka juga membuat rudal yang mampu menghantam Eropa dan mereka sangat bangga akan hal itu," jelas Trump.
3. Sidang umum PBB akan dilakukan selama sepekan

potret sidang Majelis Umum PBB (flickr.com/U.S. Department of the Interior via commons.wikimedia.org/U.S. Department of the Interior) Sebagai informasi, sidang umum PBB akan dihelat selama kurang lebih sepekan hingga Senin (28/9/2026) mendatang. Sidang ini dihadiri oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Indonesia diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sugiono beserta jajarannya.
Sidang PBB 2026 ini akan menjadi sidang terakhir bagi Antonio Guterres selaku Sekretaris Jenderal PBB. Sebab, ia akan mengakhiri jabatannya sebagai Sekjen PBB pada akhir Desember mendatang setelah menjabat selama 10 tahun sejak 2016. Namun, hingga saat ini, Sekjen PBB yang baru belum ditunjuk. Dilansir Al Jazeera, pemilihan Sekjen PBB pengganti Guterres juga tidak akan digelar pekan ini.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















