Jakarta, IDN Times - Ketegangan di Laut China Selatan kembali memanas pada Senin (13/4/2026). Pemerintah Filipina resmi melaporkan dugaan perusakan lingkungan yang dilakukan oleh armada kapal China di wilayah perairan sengketa. Konflik ini memicu kekhawatiran baru setelah China diduga menggunakan zat kimia yang mengancam ekosistem laut serta kedaulatan Filipina di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) mereka.
Pemerintah Filipina menduga kapal nelayan China, yang dikawal oleh otoritas maritim Beijing, secara berkala menyebarkan zat sianida di sekitar Second Thomas Shoal (Ayungin Shoal) sepanjang tahun 2025. Langkah tersebut diduga bertujuan untuk merusak sumber daya alam dan mendesak personel militer Filipina yang berjaga di kawasan itu.
