Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Serangan Drone Israel Tewaskan Warga Gaza di Tempat Isi Daya Ponsel

3 min read
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga Gaza di Tempat Isi Daya Ponsel
Gaza (pexels.com/Mohamed Zarandah)
  • Serangan drone Israel menghantam tenda pengungsi di al-Buraq, Khan Younis, yang digunakan untuk mengisi daya ponsel; tiga warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka.
  • Pasukan Israel memperluas kendali di timur Kota Gaza, melukai dua warga termasuk perempuan hamil, serta memaksa puluhan keluarga mengungsi dari Shujaiya.
  • Kementerian Kesehatan Gaza mencatat pelanggaran gencatan senjata menewaskan 1.488 warga Palestina dan melukai 5.281 orang hingga 11 Oktober 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Serangan pesawat nirawak (drone) militer Israel menghantam sebuah tenda di Jalur Gaza bagian selatan pada Minggu (11/10/2026). Insiden tersebut menewaskan tiga warga Palestina dan melukai beberapa orang lainnya di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terus berlanjut.

Jenazah ketiga korban dan sejumlah orang yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Nasser setelah serangan terjadi di dekat rumah sakit di area al-Buraq selatan, Khan Younis pusat. Tenda tersebut digunakan oleh warga sipil yang mengungsi sebagai lokasi bersama untuk mengisi daya telepon seluler.

  1. 1. Rudal drone Israel sasar titik pengisian daya ponsel

    ilustrasi drone militer
    ilustrasi drone militer (unsplash.com/Jonas)

    Sumber medis di Rumah Sakit Nasser mengonfirmasi jenazah tiga warga Palestina dan sejumlah korban luka dibawa ke fasilitas tersebut usai serangan di dekat rumah sakit. Serangan mematikan ini berlokasi di area al-Buraq bagian selatan yang terletak di Khan Younis pusat.

    Sejumlah saksi mata menuturkan kepada Anadolu bahwa pesawat nirawak Israel melepaskan setidaknya satu rudal langsung ke arah tenda. Fasilitas darurat tersebut difungsikan oleh warga sipil pengungsi sebagai pusat pengisian daya ponsel bersama.

    Sebelumnya pada hari yang sama, sumber medis di Rumah Sakit al-Shifa melaporkan seorang anak berusia enam tahun bernama Jihad Iyad al-Ghandour meninggal akibat luka parah. Korban mengalami luka tembak kritis pada Sabtu (10/10/2026) ketika tentara Israel melepaskan tembakan di dalam kamp pengungsian Jabalia di Gaza utara.

  2. 2. Pasukan Israel perluas kendali di wilayah timur Kota Gaza

    Israel Defense Forces (Pasukan Pertahanan Israel)
    Israel Defense Forces (Israel Defense Forces, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

    Secara terpisah, pasukan Israel memperluas area kendali wilayah mereka di bagian timur Kota Gaza pada Minggu (11/10/2026) dini hari menurut sumber-sumber lokal Palestina. Langkah militer ini mengakibatkan dua warga Palestina terluka, termasuk seorang perempuan hamil, serta memaksa puluhan keluarga meninggalkan rumah mereka.

    Kendaraan lapis baja militer Israel dilaporkan bergerak maju puluhan meter melampaui posisi mereka yang sudah ada di lingkungan Shujaiya sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Pergerakan tersebut berlangsung di bawah lindungan tembakan senjata gencar, pengeboman artileri, dan pesawat nirawak quadcopter, didampingi milisi bersenjata Palestina yang beroperasi dengan dukungan militer Israel.

    Pasukan militer menembaki area yang membentang dari pasar sayur di sisi timur hingga persimpangan Shujaiya di Jalan Salah al-Din di sisi barat. Selama sekitar sepekan, wilayah timur Gaza khususnya Tuffah dan Shujaiya menghadapi penghancuran malam hari, tembakan senjata, pengeboman artileri berat, serta pergerakan kendaraan militer di dekat garis kuning (yellow line). Garis batas ini memisahkan sektor pendudukan pasukan Israel di timur dari kawasan yang diizinkan untuk ditempati warga Palestina di barat.

  3. 3. Pelanggaran gencatan senjata tewaskan hampir 1.500 warga

    Warga Gaza berjalan di antara reruntuhan bangunan hancur.
    Warga Gaza berjalan di antara reruntuhan bangunan hancur. (Novghorod, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Kementerian Kesehatan Gaza mencatat rentetan pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Israel telah menewaskan 1.488 warga Palestina per Minggu (11/10/2026). Selain korban jiwa, kementerian tersebut melaporkan sebanyak 5.281 orang lainnya mengalami luka-luka.

    Rangkaian penyerangan ini terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025. Peristiwa tersebut juga berlangsung beberapa hari setelah peringatan tiga tahun dimulainya perang Israel di Gaza.

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza yang dilansir TRT World, lebih dari 74 ribu warga Palestina tewas dan lebih dari 175 ribu orang terluka sejak perang skala luas pecah pada Oktober 2023. Gempuran berkepanjangan itu turut menghancurkan sekitar 90 persen fasilitas infrastruktur di Jalur Gaza.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More