Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Peringati 3 Tahun Agresi Israel di Gaza, Warga Inggris Demo di London

3 min read
Peringati 3 Tahun Agresi Israel di Gaza, Warga Inggris Demo di London
potret demo pro-Palestina (pexels.com/Abdulmomen Bsruki)
  • Ratusan ribu warga Inggris menggelar aksi pro-Palestina di London pada 10 Oktober 2026 untuk memperingati tiga tahun agresi Israel di Gaza.
  • PSC menyebut demonstrasi diikuti lebih dari 250 ribu orang, dengan tuntutan embargo senjata penuh dan sanksi ekonomi Inggris terhadap Israel.
  • Polisi London menangkap 20 peserta atas dugaan pelanggaran ketertiban, sementara Dubes Palestina Husam Zomlot mengapresiasi solidaritas warga Inggris.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ratusan ribu warga Inggris yang tergabung ke dalam kelompok pro-Palestina menggelar demo besar-besaran di Kota London pada Sabtu (10/10/2026) siang waktu setempat. Demo tersebut bertujuan untuk memperingati tiga tahun agresi Israel di Gaza, Palestina. Sebab, pada 7 Oktober lalu, agresi Israel di wilayah tersebut sudah memasuki tahun ke-3.

Ratusan ribu peserta demo awalnya berkumpul di Tanggul Victoria. Setelah itu, mereka menggelar pawai panjang ke Kantor Perdana Menteri Inggris yang ada di Downing Street, London, sambil mengibarkan bendera Palestina. Mereka juga membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan "Israel menargetkan anak-anak," "Bebaskan Palestina," dan "Hentikan genosida."

  1. 1. Demo diikuti lebih dari 250 ribu orang

    Warga sedang berdemo.
    potret demo pembebasan Palestina (pexels.com/TIMO)

    Berdasarkan keterangan salah satu kelompok pro-Palestina di Inggris bernama Kampanye Solidaritas Palestina (PSC), demo kali ini diikuti lebih dari 250 ribu orang. Demo ini mengusung tema  "From the river to the sea, Palestine will be free."

    Dalam demo tersebut, para peserta menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah inggris. Mereka mendesak Inggris untuk segera memberikan embargo senjata untuk Israel. Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah untuk memberikan sanksi ekonomi ke Israel. Menurut mereka, dengan cara ini, Tel Aviv tidak akan lagi mendapatkan pasokan senjata dari negara mana pun untuk melanjutkan agresinya di Gaza.

    "Kami menuntut pemerintah kami menjatuhkan sanksi kepada seluruh negara Israel dan menerapkan embargo senjata penuh. Setelah 3 tahun, Israel terus melakukan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza," demikian bunyi pernyataan resmi PSC di media sosial X.

  2. 2. Demo diawasi oleh polisi

    Polisi sedang berjaga di depan para demonstran.
    Polisi sedang berjaga di depan para demonstran. (pexels.com/Life Matters)

    Demo ini juga diawasi oleh kepolisian London. Langkah ini dilakukan agar demo berjalan kondusif. Namun, kepolisian London mengatakan, pihaknya telah menangkap 20 peserta demo karena melanggar aturan ketertiban yang sudah diberikan sebelumnya.

    "Sejauh ini, telah dilakukan beberapa penangkapan, termasuk seorang wanita dan seorang pria yang membawa plakat yang menyatakan dukungan untuk organisasi terlarang Palestine Action. Kami juga telah menangkap sejumlah demonstran atas dugaan perusakan setelah mereka memanjat tugu peringatan Pertempuran Britania di Tanggul Victoria," tulis kepolisian London di X.

  3. 3. Duta Besar Palestina untuk Inggris merespons demo di London

    Aksi demo pro-Palestina ini langsung menuai respons dari Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot. Dalam sebuah unggahan di X, ia berterima kasih kepada warga Inggris karena sudah terus menyuarakan isu agresi Israel di Gaza. Ia yakin seluruh negara di dunia akan mendukung aksi tersebut.

    “Tiga tahun berlalu, kekejaman Israel di Gaza dan Tepi Barat terus berlanjut. Begitu pula solidaritas rakyat Inggris. Lebih lantang, lebih besar, dan tidak akan ke mana-mana. Terima kasih semuanya,” kata Zomlot dilansir The Guardian.

    Pada Juli 2025 lalu, kepolisian Inggris resmi melarang keberadaan kelompok Palestinian Action karena dinilai telah melakukan tindakan terorisme. Keputusan ini diambil usai salah satu aggota mereka memaksa memasuk ke pangkalan udara militer Inggris dan mencoret-coret pesawat yang ada di sana menggunakan cat semprot.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More