Jakarta, IDN Times - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) tidak hanya memicu operasi penyelamatan besar-besaran, tetapi juga menjadi ujian bagi komitmen Amerika Serikat terhadap negara Amerika Selatan tersebut.
Bencana yang menyebabkan kerusakan luas, terutama di ibu kota, terjadi di tengah hubungan baru antara Washington dan Caracas setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengklaim berhasil menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro pada Januari lalu.
Sejak perubahan politik itu, pemerintahan Trump berulang kali menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan sementara yang kini dipimpin Delcy Rodríguez. Washington bahkan menyebut telah menyiapkan peta jalan yang mencakup stabilisasi, pemulihan, dan transisi bagi Venezuela.
Kini, ketika Venezuela menghadapi salah satu bencana alam terbesar dalam beberapa tahun terakhir, perhatian tertuju pada seberapa besar bantuan yang benar-benar akan diberikan Amerika Serikat.
