Kunjungan ke Puskesmas Narmada untuk melihat pemanfaatan dashboard digital yang menampilkan data kesehatan ibu dan anak secara lebih terstruktur. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menilai pemanfaatan teknologi AI berpotensi membantu pekerjaan kader kesehatan yang selama ini menghabiskan banyak waktu untuk proses pendataan.
“Para kader selama ini mengemban tugas yang sangat besar dalam mengumpulkan dan menginput data kesehatan masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi AI, kami berharap proses pendataan menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan menghasilkan data yang lebih akurat,” ujarnya.
Menurut Sinta, teknologi tersebut tidak boleh berhenti sebagai alat administrasi semata, tetapi harus mampu membantu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
“Kami berharap teknologi ini dapat membantu mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko sejak dini sehingga penanganan dan pendampingan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih tepat,” katanya.
Ia juga berharap hasil penelitian yang saat ini diterapkan di Lombok Barat dapat diperluas ke wilayah lain di NTB. “Dengan adanya teknologi ini, proses pendataan menjadi lebih mudah. Harapannya, program seperti ini tidak hanya diterapkan di Pulau Lombok, tetapi juga bisa menjangkau Pulau Sumbawa,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, mengatakan digitalisasi kesehatan menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Digitalisasi kesehatan akan membantu kita memperoleh data yang lebih baik, terutama terkait kesehatan ibu hamil dan anak. Data yang akurat menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan dan intervensi yang tepat sasaran,” kata Nurul.
Menurut dia, deteksi dini terhadap kehamilan berisiko dapat membantu menurunkan angka kematian ibu dan anak serta mendukung upaya pencegahan stunting.
Di tingkat layanan kesehatan, manfaat tersebut mulai dirasakan.
Penanggung Jawab Klaster Ibu dan Anak Puskesmas Narmada, Rita Susilowati, mengatakan sistem tersebut membantu tenaga kesehatan melakukan pencegahan lebih awal. “Ini adalah alat bantu deteksi dini guna dapat memberikan intervensi lebih awal dan menjadi salah satu peluang bagi kami untuk mencegah kemungkinan kondisi yang lebih buruk pada ibu hamil,” ungkap Rita.
Melalui uji coba yang masih berlangsung, para peneliti berharap teknologi berbasis AI tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan primer di Indonesia. Tidak hanya mempercepat digitalisasi data, tetapi juga membantu tenaga kesehatan mengambil keputusan lebih cepat dan tepat demi meningkatkan kesehatan ibu dan anak.