Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Terungkap! Febrio yang Antar Jenazah Sutrimo Staf Febrie Adriansyah

Terungkap! Febrio yang Antar Jenazah Sutrimo Staf Febrie Adriansyah
Klinik Mordent di Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Intinya Sih
  • Kejagung mengonfirmasi Febrio Adianto merupakan pegawai kejaksaan dan staf administrasi mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, bukan jaksa.
  • Febrio mengantar Sutrimo, pekerja rumah tangga Febrie, dari Klinik Mordent ke RS Muhammadiyah Taman Puring serta membawa jenazahnya ke Banyumas.
  • Keluarga Sutrimo belum menerima ponsel, kartu ATM, dan resume medis rinci; pengacara Febrie menyebut Polda sedang menelusuri kematian tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan bahwa Febrio Adianto adalah pegawai kejaksaan yang menjadi staf eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah.

Febrio adalah orang yang mengantar pekerja rumah Febrie, Sutrimo, dari Klinik Mordent ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan membawa jenazah ke Banyumas, Jawa Tengah. Informasi yang beredar di media sosial terkait nama Febrio juga telah dikonfirmasi oleh manajemen RS Muhammadiyah Taman Puring.

"Saudara Febrio yang kami tahu, memang pegawai Kejaksaan. Tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan. Stafnya (Febrie)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, Jumat (7/8/2026).

Pasca Febrie mengundurkan diri dari Jampidsus dan ditetapkan sebagai tersangka TPPU, Febrio masih bekerja di Kejaksaan.

"(Bagian) staf administrasi biasa," ujar dia.

Sutrimo merupakan kepala rumah tangga mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ia bekerja di rumah Febrie di Jalan Radio 1, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sejak 2008.

IDN Times mengukur jarak dari rumah Febrie menuju Klinik Mordent menggunakan motor dan dapat ditempuh dalam waktu satu menit 15 detik.

Klinik yang berada di Jalan Kramat Pela ini terlihat sudah tak terawat. Sebagian plafonnya runtuh, lampu copot, dan cat putih mengelupas. Selain itu, banyak sampah berserakan di halamannya.

Kemudian, IDN Times mengukur waktu tempuh dari Klinik Mordent menuju RS Muhammadiyah. Hasilnya, jarak dari Klinik Mordent menuju RS Muhammadiyah bisa ditempuh hanya dalam tiga menit menggunakan sepeda motor.

Berdasarkan keterangan keluarga, jenazah Sutrimo tiba di rumah duka pada Kamis malam. Rombongan pengawal hanya menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Sutrimo.

Pihak keluarga mengaku mempertanyakan keberadaan ponsel serta kartu ATM milik almarhum yang hingga kini belum diserahkan.

Keluarga juga hingga saat ini belum menerima resume medis secara detail terkait penyebab pasti meninggalnya Sutrimo, terlebih Sutrimo tidak memiliki riwayat penyakit berat.

IDN Times telah meminta tanggapan dari Febrie Adriansyah melalui pengacaranya, namun dia enggan berkomentar banyak.

"Saya tidak memiliki informasi terkait hal tersebut (kematian Sutrimo) dan saya baca di berita Polda sedang menelusuri. Tentu lebih baik kita simak keterangan resmi Polda saja," kata pengacara Febrie, Febri Diansyah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More