Comscore Tracker

Seorang Pria Didakwa atas Pembunuhan Anak 9 Tahun di Liverpool

Pelaku juga melukai ibu korban

Jakarta, IDN Times - Thomas Cashman, seorang pria berusia 34 tahun, Sabtu (1/10/2022), didakwa atas pembunuhan Olivia Pratt-Korbel, seorang anak perempuan berumur sembilan tahun yang ditembak mati di rumahnya di Liverpool, Inggris pada malam 22 Agustus.

Terkait kasus ini seorang pria bernama Paul Russell, 40 tahun, juga didakwa karena membantu Cashman. Keduanya berasal dari Derby Barat di Liverpool.

Baca Juga: Protes Referendum di Ukraina, Inggris Tambah Sanksi pada Rusia

1. Pelaku juga didakwa atas percobaan pembunuhan

Seorang Pria Didakwa atas Pembunuhan Anak 9 Tahun di LiverpoolIlustrasi palu pengadilan. (Pexels.com/Sora Shimazaki)

Melansir The Guardian, jaksa Maria Corr dalam keterangannya menyampaikan tuduhan kepada pelaku telah disahkan setelah peninjauan bukti yang diterima dari kepolisian. Kedua pria itu akan muncul di pengadilan di Liverpool pada 3 Oktober.

Peristiwa pembunuhan pada 22 Agustus terjadi saat Joseph Nee, seorang penjahat dikejar oleh Cashman yang bersenjata. Nee berhasil memaksa masuk ke rumah Olivia dan Cashman berusaha ikut masuk, tapi ibu Olivia, Cheryl Korbel menghalangi dengan berusaha menutup pintu.

Upaya Olivia membuat Cashman hanya dapat memasukkan tanganya dan kemudian melepaskan beberapa tembakan dan mengenai Olivia di dada. Tembakan pelaku juga mengenai pergelangan tangan Cheryl.

Serangan Cashman di rumah korban juga membuatnya didakwa atas percobaan pembunuhan terhadap Nee dan Korbel. Nee dan Cashman tidak dikenal oleh keluarga korban. Polisi sebelumnya telah mengidentifikasi dua senjata yang digunakan oleh pelaku, yaitu pistol 9 mm tipe Glock dan revolver 38.

Baca Juga: 4 Orang Ditangkap Atas Tuduhan Rencana Penculikan Menteri Belgia

2. Mereka yang memiliki informasi diminta menghubungi kepolisian

Seorang Pria Didakwa atas Pembunuhan Anak 9 Tahun di LiverpoolIlustrasi polisi. (Unsplash.com/Ethan Wilkinson)

Melansir Sky News, Kepala Detektif Polisi Merseyside Mark Kameen dalam  konferensi pers pada hari Sabtu, mengatakan bahwa masih ada banyak penyelidikan yang sedang berlangsung atas pembunuhan Olivia. Kameen juga meminta agar siapa pun yang memiliki informasi atas kasus ini untuk menghubungi kepolisian.

"Pada awal penyelidikan, kami teguh dalam komitmen kami untuk menemukan semua orang yang terlibat dalam kasus ini. Ini termasuk orang-orang yang mencoba melindungi dan melindungi individu dan mereka yang memasok senjata dan mereka yang menyembunyikan senjata yang digunakan dalam serangan ini. Karena itu saya masih membutuhkan orang-orang untuk maju dan berbicara kepada kami."

"Kami mendapat tanggapan dan dukungan yang luar biasa dari publik sejak pembunuhan tragis Olivia dan saya akan meminta dukungan Anda yang berkelanjutan sehingga kami dapat memenuhi janji yang kami buat kepada keluarga Olivia dan masyarakat setempat untuk memastikan bahwa mereka yang terlibat menghadapi keadilan," tambahnya.

Kepolisian telah menghabiskan 15 ribu jam untuk kasus ini, memeriksa sekitar 2 ribu dokumen dan ribuan jam video dari kamera pengawas.

Baca Juga: 6 Orang Ditangkap terkait Pembunuhan Anak Eks Presiden Honduras

3. Sebelumnya 11 orang telah ditangkap tanpa tuduhan pembunuhan

Seorang Pria Didakwa atas Pembunuhan Anak 9 Tahun di LiverpoolIlustrasi penangkapan. (Unsplash.com/niu niu)

Sampai dengan pengumuman terdakwa dalam pembunuhan ini polisi sebelumnya telah menangkap 11 orang tanpa adanya tuduhan pembunuhan terhadap Olivia.

Crimestoppers, sebuah organisasi amal  dalam kasus ini telah menawarkan imbalan sebesar 200 ribu pound sterling (Rp3,4 miliar) kepada mereka yang dapat membantu penangkapan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan Olivia.

Pemakaman terhadap Olivia diadakan pada 15 September di Gereja St Margaret Mary yang dihadiri banyak pelayat, jauh dari tempat penembakan itu terjadi. Para pelayat diminta untuk mengenakan warna pink untuk mengenangnya.

Dalam penghormatan emosional itu Cheryl, menggambarkan putrinya sebagai "bayangan kecil" yang selalu ikut dengannya.

"Semua orang yang dia temui, mereka semua jatuh cinta padanya. Dia meninggalkan jejak pada semua orang yang dia temui."

Dalam sebuah pernyataan setelah kematian Olivia, ayahnya John Francis Pratt menyampaikan bahwa putrinya telah direnggut secara kejam darinya dan telah kehilangan cahaya nyata dalam hidup.

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya