Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indonesia Dorong Afrika Perkuat Kedaulatan Ekonomi di PBB, Ini Caranya!

4 min read
Indonesia Dorong Afrika Perkuat Kedaulatan Ekonomi di PBB, Ini Caranya!
Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Umar Hadi. (Dok. PTRI New York)
  • Indonesia mendorong Afrika memperkuat kedaulatan ekonomi melalui hilirisasi sumber daya alam, investasi sumber daya manusia, serta perdagangan dan investasi.

  • Kemitraan Indonesia-Afrika menghasilkan berbagai kesepakatan ekonomi, termasuk senilai lebih dari 3,5 miliar dolar AS pada 2024.

  • Kerja sama pendidikan, pelatihan pertanian, dan integrasi kawasan turut didorong untuk memperkuat pembangunan berkelanjutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia mendorong negara-negara Afrika memperkuat kedaulatan ekonomi melalui hilirisasi sumber daya alam, investasi sumber daya manusia, serta peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menerjemahkan Semangat Bandung yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 menjadi kemitraan konkret untuk mewujudkan kemakmuran bersama.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Duta Besar Umar Hadi, dalam Sidang Pleno ke-18 Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Senin (12/10/2026). Pertemuan tersebut membahas kemajuan pembangunan berkelanjutan di Afrika dan dukungan internasional, termasuk transformasi dari New Partnership for Africa’s Development (NEPAD) menuju Agenda 2063 Uni Afrika.

Dalam pernyataannya, Umar kembali mengangkat pesan Presiden Soekarno pada KAA 1955 tentang pentingnya bangsa-bangsa Asia dan Afrika menentukan masa depan mereka sendiri. Menurut dia, semangat solidaritas yang dahulu menjadi landasan perjuangan kemerdekaan kini perlu diwujudkan melalui kerja sama pembangunan yang saling menguntungkan.

“Indonesia berdiri bersama Afrika sebagai mitra, berlandaskan solidaritas dan saling menghormati,” kata Umar Hadi dalam pernyataan yang diterima Rabu (14/10/2026).

Indonesia menilai Afrika memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dunia. Namun, potensi tersebut perlu didukung akses pembiayaan yang memadai, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta kemampuan negara-negara Afrika mengolah kekayaan alamnya menjadi produk bernilai tambah.

  1. 1. Indonesia soroti potensi dan tantangan ekonomi Afrika

    Indonesia Dorong Afrika Perkuat Kedaulatan Ekonomi di PBB, Ini Caranya!
    Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Umar Hadi. (Dok. PTRI New York)

    Indonesia menyambut positif prospek pertumbuhan ekonomi Afrika yang diperkirakan mencapai 4,4 persen pada 2025. Sebanyak 22 negara di benua tersebut bahkan mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

    Capaian itu mencerminkan potensi dan ketahanan ekonomi Afrika dalam mengejar target Agenda 2063 Uni Afrika, yakni mewujudkan benua yang makmur, terintegrasi, dan damai. Lebih dari tujuh dekade setelah KAA, negara-negara Afrika juga semakin berperan dalam menentukan arah pembangunan global.

    Meski demikian, pertumbuhan tersebut masih dihadapkan pada sejumlah hambatan. Tingginya biaya pinjaman dan terbatasnya akses pembiayaan pembangunan menjadi tantangan bagi negara-negara Afrika untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan.

    Selain persoalan pendanaan, manfaat ekonomi dari kekayaan sumber daya alam Afrika dinilai belum optimal. Karena itu, Indonesia menekankan pentingnya strategi pembangunan yang tidak hanya mengandalkan ekspor bahan mentah, tetapi juga meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

    Pengalaman Indonesia dalam hilirisasi sumber daya alam menjadi salah satu contoh yang dapat dibagikan kepada negara-negara Afrika. Melalui penguatan industri pengolahan, negara-negara berkembang diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi sumber daya nasional sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

  2. 2. Kerja sama Indonesia-Afrika tembus miliaran dolar AS

    Sesi diskusi bertema "Energy Effective Implementation of Energy Diversification" yang dilaksanakan pada hari kedua perhelatan Indonesia Africa Forum (IAF) 2024 di Nusa Dua, Bali, Selasa 3 September 2024. (Dok. Pertamina)
    Sesi diskusi bertema "Energy Effective Implementation of Energy Diversification" yang dilaksanakan pada hari kedua perhelatan Indonesia Africa Forum (IAF) 2024 di Nusa Dua, Bali, Selasa 3 September 2024. (Dok. Pertamina)

    Komitmen Indonesia untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan Afrika tercermin dalam penyelenggaraan berbagai forum kerja sama. Forum Indonesia-Afrika pertama pada 2018 menghasilkan kesepakatan bisnis hampir 600 juta dolar AS.

    Setahun kemudian, Indonesia menggelar Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue yang menghasilkan kesepakatan senilai lebih dari 800 juta dolar AS. Kerja sama tersebut kemudian berkembang melalui penyelenggaraan Forum Indonesia-Afrika kedua pada 2024.

    Forum tersebut menghasilkan 32 kesepakatan kerja sama dengan nilai lebih dari 3,5 miliar dolar AS di berbagai sektor strategis. Capaian itu menunjukkan peluang yang semakin besar bagi Indonesia dan negara-negara Afrika untuk memperluas hubungan ekonomi, khususnya dalam perdagangan, investasi, dan pembangunan infrastruktur.

    Indonesia juga mendorong agar kemitraan tidak hanya berorientasi pada nilai transaksi, tetapi turut memperkuat kapasitas negara-negara mitra. Dengan demikian, kerja sama ekonomi diharapkan menghasilkan manfaat jangka panjang dan mendukung pembangunan yang lebih mandiri.

    Di tengah upaya memperluas hubungan tersebut, Indonesia menempatkan Semangat Bandung sebagai landasan kemitraan. Prinsip solidaritas, kesetaraan, dan saling menghormati diharapkan dapat menjaga hubungan Indonesia-Afrika agar tidak terbatas pada kepentingan ekonomi jangka pendek.

  3. 3. Perluas kerja sama pendidikan hingga integrasi kawasan

    Logo Indonesia Africa Forum. (dok. iaf.kemlu.go.id)
    Logo Indonesia Africa Forum. (dok. iaf.kemlu.go.id)

    Selain perdagangan dan investasi, Indonesia memperkuat hubungan dengan Afrika melalui kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam satu dekade terakhir, sekitar 500 peserta dari Afrika telah memperoleh manfaat dari lebih dari 60 proyek Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular Indonesia.

    Program tersebut mencakup sejumlah bidang, termasuk kesehatan, teknologi pertanian, dan peternakan. Indonesia juga berbagi pengalaman melalui pusat pelatihan pertanian di Tanzania dan Gambia.

    Kerja sama pendidikan dan pelatihan pertanian dinilai penting untuk memperkuat kemampuan negara-negara Afrika dalam mengembangkan sektor produktif. Investasi pada sumber daya manusia diharapkan dapat mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat mengelola potensi ekonomi di wilayahnya.

    Indonesia juga melihat peluang untuk memperluas kemitraan dari tingkat bilateral menjadi kerja sama antarkawasan. Integrasi ekonomi ASEAN dan pembentukan African Continental Free Trade Area (AfCFTA) membuka kesempatan untuk meningkatkan perdagangan, investasi, dan konektivitas antara Asia Tenggara dan Afrika.

    Selain itu, Indonesia mendorong ASEAN dan Uni Afrika saling berbagi pengalaman dalam memperkuat integrasi kawasan dan menghadapi perubahan iklim. Melalui kerja sama tersebut, Indonesia berharap hubungan Asia-Afrika terus berkembang dari solidaritas historis menjadi kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua kawasan.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More