ilustrasi Instagram (unsplash.com/Souvik Banerjee)
Sistem peringatan terbaru dari Instagram ini bekerja dengan mendeteksi pola pencarian pengguna yang dilakukan secara berulang dalam waktu singkat. Jika pengguna yang terdaftar dalam "Akun Remaja" mencari istilah terkait tindakan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri, Instagram akan langsung memblokir hasil pencarian tersebut.
Selain itu, sistem akan mengirimkan notifikasi otomatis kepada orang tua yang telah mengaktifkan fitur pengawasan. Peringatan ini dirancang agar tidak mengganggu, di mana notifikasi hanya akan muncul jika terdapat frekuensi pencarian yang mencurigakan, bukan pada setiap pencarian tunggal yang biasa.
Pemberitahuan kepada orang tua akan disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi yang mudah diakses, mulai dari notifikasi langsung di aplikasi Instagram, pesan teks (SMS), email, hingga WhatsApp. Pesan tersebut akan muncul dalam layar penuh untuk memberikan penjelasan situasi tanpa memperlihatkan riwayat pencarian secara spesifik, sehingga privasi remaja tetap terjaga namun orang tua mendapatkan informasi yang cukup.
"Orang tua sangat membutuhkan informasi yang tepat untuk mendampingi anak remajanya. Langkah penting ini diharapkan dapat memberikan ketenangan pikiran, sebab orang tua akan langsung mengetahui apabila anak mereka mencoba mencari konten berbahaya di Instagram," kata CEO Parent Zone, Vicki Shotbolt, dilansir The Times of India.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, Instagram juga menyediakan panduan dari para ahli psikologi untuk membantu orang tua dalam memulai percakapan yang sensitif dengan anak mereka. Meta menyadari bahwa menerima notifikasi semacam ini dapat memicu kekhawatiran keluarga, sehingga panduan tersebut dirancang agar orang tua dapat memberikan pendekatan yang mendukung dan tidak menghakimi.
Ke depannya, Meta juga sedang mengembangkan sistem peringatan serupa untuk memantau interaksi remaja dengan kecerdasan buatan (AI), yang rencananya akan diluncurkan pada akhir tahun ini untuk menutup celah keamanan digital.