Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Bendera Inggris (freepik.com/gpointstudio)
Ilustrasi Bendera Inggris (freepik.com/gpointstudio)

Intinya sih...

  • Inggris luncurkan rencana aksi lawan interferensi politik dan ancaman siber asing

  • Inggris tinjau sistem keuangan politik usai skandal suap dan infiltrasi asing

  • Inggris luncurkan sistem pelaporan keamanan untuk lindungi universitas dari spionase asing

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris melalui Kantor Kabinet merilis pernyataan resmi pada Senin (9/2/2026), terkait langkah proaktif otoritas intelijen dalam melindungi kedaulatan politik dari pengaruh eksternal yang merugikan.

Upaya ini menjadi babak baru dalam strategi pertahanan nasional untuk menghadapi infiltrasi asing yang kian canggih, terutama di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik global saat ini.

Dalam peringatan tersebut, para kepala intelijen memaparkan berbagai spektrum ancaman, mulai dari manipulasi keuangan melalui donasi politik hingga taktik spionase tradisional seperti honey traps atau jebakan asmara. Fokus utama dari pengarahan keamanan ini adalah untuk memastikan seluruh elemen politik di Inggris memiliki kewaspadaan yang seragam terhadap upaya sabotase, sehingga integritas sistem demokrasi tetap terlindungi dari campur tangan asing.

1. Inggris luncurkan rencana aksi lawan interferensi politik dan ancaman siber asing

Direktur Jenderal MI5, Sir Ken McCallum, bersama CEO National Cyber Security Centre (NCSC), Richard Horne, memimpin pertemuan keamanan tertutup pertama untuk memberikan gambaran komprehensif kepada seluruh partai politik Inggris mengenai eskalasi ancaman asing. Dalam pidatonya, Richard Horne menyoroti semakin lebarnya celah antara kecepatan pertumbuhan ancaman siber dengan ketahanan kolektif nasional, terutama pada infrastruktur politik yang kerap menjadi target operasi.

"Kesenjangan antara laju ancaman siber yang terus meningkat dan ketahanan kolektif Inggris dalam menghadapi ancaman tersebut terus bertumbuh. Pesan saya sederhana, waktu untuk bertindak adalah sekarang," kata Horne, dilansir The Independent.

Sebagai langkah konkret, pemerintah Inggris mengintegrasikan intelijen keamanan secara langsung ke dalam operasional partai politik melalui Rencana Aksi Kontra-Interferensi Politik dan Spionase. Kebijakan ini bertujuan untuk mempersempit ruang gerak agen asing, khususnya yang berasal dari China dan Rusia, di tengah lonjakan insiden siber yang mencapai 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, para pemimpin partai diperingatkan mengenai taktik aktor luar yang menggunakan instrumen investasi dan pendanaan tersembunyi di balik entitas bisnis sah untuk menanamkan pengaruh.

Menteri Keamanan Inggris, Dan Jarvis, menegaskan bahwa intervensi ini diambil karena proses demokrasi Inggris sedang secara aktif ditargetkan oleh negara-negara yang berniat merusak tatanan hidup masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah menuntut kewaspadaan yang sangat tajam dari seluruh elemen politik untuk segera mengenali dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada layanan keamanan.

2. Inggris tinjau sistem keuangan politik usai skandal suap dan infiltrasi asing

Eksploitasi terhadap sistem keuangan politik menjadi perhatian utama pemerintah Inggris menyusul terungkapnya kasus penyuapan politisi oleh pihak asing untuk mempromosikan narasi destruktif. Salah satu titik balik yang memicu peninjauan ini adalah vonis 10,5 tahun penjara terhadap Nathan Gill, mantan pemimpin Reform UK di Wales, yang terbukti menerima suap dari Rusia saat menjabat di Parlemen Eropa.

"Faktanya jelas, seorang politisi Inggris menerima suap untuk memajukan kepentingan rezim Rusia, sebuah rezim yang mendeportasi anak-anak Ukraina yang rentan dan membunuh warga Inggris di tanah Inggris. Perilaku ini adalah noda pada demokrasi kita yang harus dihilangkan melalui peninjauan independen," kata Steve Reed, Menteri Negara Perumahan, Komunitas, dan Pemerintah Daerah, dilansir Mirage News.

Selain jalur finansial, badan intelijen juga menyoroti taktik koersi dan eksploitasi personal, termasuk penggunaan jebakan asmara atau honey traps untuk memeras pejabat publik.

3. Inggris luncurkan sistem pelaporan keamanan untuk lindungi universitas dari spionase asing

Pemerintah Inggris memperluas upaya pertahanan terhadap intervensi asing ke sektor pendidikan tinggi, yang kini dianggap sebagai aset strategis nasional yang rentan terhadap pencurian intelektual dan pengaruh ideologis. MI5 mendeteksi bahwa agen asing, khususnya dari China, aktif menggunakan situs jejaring profesional seperti LinkedIn untuk mendekati staf akademik dan mahasiswa melalui tawaran finansial guna mengarahkan mereka pada tindakan spionase atau penyensoran riset. Menteri Keterampilan, Baroness Jacqui Smith, memperingatkan bahwa reputasi global universitas Inggris menjadikannya target utama aktor musuh.

"Reputasi universitas kita yang berkelas dunia menjadikan mereka target utama bagi negara asing dan aktor musuh yang berusaha merusak reputasi tersebut dengan membentuk atau menyensor penelitian dan pengajaran," ujar Smith.

Sebagai langkah konkret, pemerintah meluncurkan Rute Pelaporan Gangguan Akademik yang didukung investasi sebesar 3 juta poundsterling (Rp68,8 miliar) untuk memfasilitasi pelaporan aktivitas mencurigakan secara langsung kepada dinas keamanan. Inisiatif ini juga mencakup layanan konsultasi dari Departemen Pendidikan guna membantu institusi mengenali metode canggih dalam manipulasi konten akademik atau pencurian hasil riset teknologi tinggi.

Menteri Keamanan Dan Jarvis menekankan bahwa sinergi antara sektor pendidikan dan intelijen sangat krusial dalam menjaga kedaulatan nasional.

"Kita harus memiliki pandangan yang jernih bahwa universitas-universitas kelas dunia dan proses demokrasi kita sedang ditargetkan oleh negara-negara yang ingin merusak cara hidup kita. Itulah sebabnya kami meluncurkan alat baru untuk membantu universitas mendapatkan dukungan dari pakar keamanan serta memastikan orang-orang di jantung demokrasi kita tahu cara melaporkan campur tangan asing," ujar Jarvis, dilansir The Straits Times.

Melalui langkah ini, pemerintah Inggris berkomitmen untuk melindungi integritas akademik dari segala bentuk sabotase eksternal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team