Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IOM: 139 Warga Yaman Tewas dalam Perjalanan Mengungsi ke Djibouti
ilustrasi kapal pengedar narkoba (unsplash.com/Rizma Galang Septiawan)
  • Kapal berisi 305 pengungsi Yaman terbalik dekat Obock, Djibouti, pada 8-9 Oktober; IOM melaporkan 139 orang, termasuk 15 anak, tewas, 84 hilang, dan 82 selamat.
  • IOM bersama otoritas Djibouti memberikan bantuan darurat dan medis bagi penyintas, mendukung pencarian korban hilang, serta membantu pemakaman korban tewas.
  • Pengungsian warga Yaman ke Djibouti dipicu perang saudara antara Houthi dan pemerintah; sekitar 3.700 orang telah menyeberang lewat laut dengan kapal berperalatan seadanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan sebanyak 139 warga Yaman, termasuk 15 anak-anak, tewas dalam perjalanan mengungsi ke Djibouti. Sementara itu, 84 lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Di sisi lain, 82 lainnya dikabarkan berhasil selamat.

Dalam laporannya pada Minggu (11/10/2026), IOM menjelaskan, kapal yang digunakan warga Yaman untuk mengungsi ke Djibouti mengalami kecelakaan antara 8 dan 9 Oktober pekan lalu. Kapal yang mengangkut 305 pengungsi tersebut dikabarkan terbalik di dekat Obock, salah satu kota pelabuhan yang ada di Djibouti.

1. IOM akan memberikan bantuan kepada pengungsi Yaman

ilustrasi bantuan kemanusiaan (pexels.com/RDNE Stock project)

IOM mengatakan, insiden ini menjadi bukti bahwa pengungsian lewat jalur laut tanpa peralatan keamanan yang memadai sangat berbahaya. Oleh karena itu, IOM berjanji akan memberikan bantuan penuh kepada warga Yaman yang menjadi korban dalam insiden ini. Organisasi tersebut mengatakan pihaknya telah memberi bantuan medis untuk para korban selamat.

"Tim kami berada di lapangan bersama otoritas lokal untuk memberikan bantuan darurat. Tragedi ini merupakan pengingat yang jelas tentang bahaya yang dihadapi para migran di sepanjang koridor migrasi ini saat mereka mencari peluang ekonomi," kata Alexandre Coissac, Kepala Misi IOM di Djibouti, seperti dilansir The New Arab.

2. Pencarian korban masih terus dilakukan

ilustrasi pencarian korban (pexels.com/cottonbro studio)

Hingga saat ini, pencarian korban hilang masih terus dilakukan oleh otoritas Djibouti. IOM, menjelaskan, selain membantu pencarian korban, Djibouti juga membantu memberikan penangan medis kepada para korban selamat dan membantu proses pemakaman korban yang dinyatakan tewas.

"Terlepas dari kekerasan di Yaman, para migran masih melakukan perjalanan berbahaya dengan harapan dapat sampai ke negara-negara Teluk," lanjut IOM dalam pernyataannya.

3. Ribuan warga Yaman mengungsi ke Djibouti akibat perang saudara

potret peta wilayah Djibouti (commons.wikimedia.org/Kisare)

Saat ini, warga Yaman memang sedang berbondong-bondong mengungsi ke negara tetangga, termasuk ke Djibouti, akibat perang saudara yang terjadi di negaranya. Perang tersebut melibatkan milisi Houthi dan angkatan bersenjata Pemerintah Yaman. Houthi dan militer Yaman kembali saling adu serang pada Juli lalu. Padahal, perang di antara keduanya sudah sempat mereda usai gencatan senjata pada April 2022 lalu.

Menurut data terbaru, sejauh ini, ada sekitar 3.700 warga Yaman yang sudah mengungsi ke Djibouti. Mereka semua mengungsi ke Djibouti lewat jalur laut dengan menggunakan kapal dan peralatan seadanya. Jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat karena konflik saudara yang terjadi di Yaman saat ini semakin memanas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article