Jakarta, IDN Times – Kementerian Minyak Irak membantah laporan yang menyebut Baghdad mengancam akan keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) jika permintaan kenaikan kuota produksinya tidak dipenuhi. Pemerintah menyebut isu tersebut bukan sikap resmi karena tak pernah dibahas oleh perdana menteri maupun kabinet.
Irak tetap meminta OPEC mengkaji kembali batas produksi agar sejalan dengan kapasitas berkelanjutan setiap negara anggota. Peninjauan itu diminta dengan mempertimbangkan kondisi keamanan serta situasi ekonomi domestik yang dimiliki Irak.
