Badai Besar Terjang Selandia Baru, Penerbangan dan Listrik Lumpuh

- Badai besar melanda wilayah tengah Selandia Baru, memicu tindakan darurat pemerintah dan imbauan agar warga tetap di rumah demi keselamatan.
- Angin kencang menyebabkan sekitar 200 penerbangan dibatalkan di Bandara Wellington serta pemadaman listrik bagi ribuan rumah tangga akibat kerusakan infrastruktur.
- Hujan deras menimbulkan banjir dan longsor yang memutus jalur transportasi utama serta menghentikan operasional kapal feri antara Pulau Utara dan Pulau Selatan.
Jakarta, IDN Times - Badai besar menerjang wilayah tengah Selandia Baru pada Jumat (26/6/2026). Cuaca ekstrem ini mengganggu berbagai layanan publik penting dan merusak infrastruktur vital di beberapa kota.
Otoritas setempat segera mengambil tindakan darurat untuk mencegah bahaya yang lebih luas bagi warga. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan terus memantau situasi terkini.
1. Ratusan penerbangan di Bandara Wellington dibatalkan
Angin kencang akibat badai memaksa pembatalan sekitar 200 penerbangan domestik dan internasional di ibu kota. Otoritas penerbangan menghentikan seluruh operasional udara demi keselamatan penumpang.
Pihak pengelola bandara menyatakan bahwa sebagian besar jadwal penerbangan pada malam hari juga terpaksa ditangguhkan.
"Hari ini, sebagian besar penerbangan dari dan ke Bandara Wellington dibatalkan. Hampir seluruh jadwal penerbangan malam ini juga mengalami hal yang sama," ujar juru bicara Bandara Wellington, dikutip dari The Independent.
Maskapai nasional Air New Zealand turut membatalkan seluruh rute domestik dari dan menuju Wellington serta New Plymouth. Pihak maskapai menegaskan layanan baru akan dibuka kembali setelah kondisi benar-benar aman.
2. Ribuan rumah tangga mengalami pemadaman listrik
Kerusakan infrastruktur akibat angin kencang membuat sekitar 4.000 rumah tangga kehilangan pasokan listrik. Kabel yang terputus di wilayah tengah Selandia Baru sempat melumpuhkan aktivitas harian warga.
Petugas teknis sebenarnya berhasil menyalakan kembali aliran listrik untuk 3.000 pelanggan. Namun, pemadaman susulan kembali terjadi karena kerusakan parah pada tiang listrik membutuhkan waktu perbaikan yang lebih lama.
Perusahaan penyedia listrik, Wellington Electricity, langsung memberikan pengumuman resmi kepada para pelanggan terkait durasi perbaikan ini.
"Kami memerlukan waktu beberapa hari, bahkan bisa sampai pertengahan minggu depan, untuk memulihkan aliran listrik ke seluruh pelanggan," tulis Wellington Electricity di situs resminya.
3. Banjir dan longsor putus jalur transportasi
Curah hujan yang tinggi memicu banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Lower Hutt. Petugas penyelamat kini dikerahkan untuk membersihkan dua titik longsoran serta genangan air yang menutup jalan utama.
Cuaca buruk ini juga menghentikan total operasional kapal feri yang menghubungkan Pulau Utara dan Pulau Selatan. Langkah tegas ini diambil karena tinggi gelombang di pantai selatan Wellington mencapai sembilan meter.
Para pelaku usaha pelayaran lokal mendukung penuh penghentian ini demi menghindari kecelakaan di laut.
"Kami tidak akan membawa Anda melaut meski Anda memintanya. Dalam kondisi seburuk hari ini, tidak ada orang yang mau nekat turun ke laut," kata Jonathan Delich, pemilik Cook Strait Fishing Charters.
















