"Kami akan mengangkat isu agresi berkelanjutan para penjajah (Israel) terhadap Gaza dengan Amerika Serikat,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, Selasa (23/6/2026), seperti dikutip Jerusalem Post.
Iran Bakal Bawa Isu Agresi Israel di Gaza dalam Negosiasi dengan AS

- Iran akan membawa isu agresi Israel di Gaza ke meja negosiasi dengan Amerika Serikat dan menegaskan dukungannya terhadap Hamas.
- Hamas menyambut langkah Iran sebagai bentuk solidaritas dan berharap tekanan diplomatik ini bisa menghentikan serangan Israel di Gaza.
- Meski sudah berdamai, Iran dan AS masih melanjutkan negosiasi terkait nuklir, konflik Lebanon, serta pembukaan Selat Hormuz yang sempat ditutup kembali oleh Iran.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran mengatakan akan membawa isu agresi Israel di Gaza dalam negosiasi dengan Amerika Serikat. Iran juga menegaskan akan mendukung Hamas untuk melawan agresi Israel di wilayah tersebut.
1. Hamas menyambut langkah Iran soal agresi Israel di Gaza

Hamas menyambut baik langkah Iran yang ingin mengangkat isu agresi Israel di Gaza. Dalam percakapan telepon dengan Araghchi, seorang pejabat Hamas, Basem Naim, mengatakan, pihaknya mendukung penuh langkah tersebut. Ia menyebut langkah itu merupakan bentuk solidaritas Iran sebagai sekutu setia Hamas.
Oleh karena itu, Naim berterima kasih kepada Araghchi karena sudah mau mengangkat isu agresi Israel di Gaza. Ia percaya bahwa langkah tersebut bisa menekan Israel untuk menghentikan agresinya di wilayah tersebut. Terlebih, AS kini juga mulai geram dengan Israel karena terus melakukan serangan ke Gaza dan Lebanon.
2. Negosiasi Iran dan AS masih berjalan

Sebetulnya, Iran dan AS sudah menyepakati perdamaian pada 14 Juni lalu. Kesepakatan ini akhirnya diraih usai kedua negara menjalani negosiasi alot yang dimediasi Pakistan sejak Mei. Pada awal Juni, Iran sebetulnya sempat menghentikan negosiasi damai dengan AS. Keputusan ini dilakukan sebagai protes karena Israel terus menyerang Lebanon. Namun, Teheran akhirnya bersedia kembali melanjutkan negosiasi dengan Washington.
Kendati sudah berdamai, kedua negara masih akan melanjutkan negosiasi soal hal-hal yang berkaitan dengan perdamaian. Beberapa di antaranya, seperti penghentian program senjata nuklir, penghentian serangan Israel di Lebanon, dan pembukaan Selat Hormuz. Iran dan AS sudah sepakat akan melakukan negosiasi tersebut selama 60 hari ke depan.
3. Iran kembali menutup Selat Hormuz
Beberapa waktu lalu, Iran memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan sebagai balasan karena Israel terus menyerang Lebanon. Padahal, kesepakatan damai Iran dan AS sudah meliputi Israel dan Lebanon. Artinya, penghentian perang tidak hanya melibatkan Iran dan AS saja, tetapi juga Israel dan Lebanon.
Penutupan kembali Selat Hormuz ini membuat pelayaran kapal-kapal tanker minyak di sana kembali terhambat. Hal ini dikhawatirkan akan kembali membuat harga minyak global naik.















