Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AS Sita 400 Situs Streaming Ilegal Piala Dunia 2026

AS Sita 400 Situs Streaming Ilegal Piala Dunia 2026
Menonton piala dunia (Unsplash.com/Gabriella Clare Marino)
Intinya Sih
  • Pemerintah AS menyita hampir 400 situs streaming ilegal Piala Dunia 2026 melalui Pengadilan Distrik Virginia untuk menegakkan hukum hak cipta dan melindungi pemegang hak siar resmi.
  • Departemen Kehakiman AS bekerja sama dengan FIFA dan perusahaan media besar mendeteksi serta menutup ratusan situs bajakan yang berpotensi mencuri data pribadi penonton lewat malware.
  • Operasi internasional bernama Operasi Offsides mematikan server di berbagai negara, termasuk Peru dan Bulgaria, guna menghentikan jaringan kriminal penyiaran ilegal berskala global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi menyita hampir 400 domain internet atau situs web yang menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2026 secara ilegal. Penindakan tegas terhadap jaringan pembajakan digital global ini dilakukan pada Jumat (26/6/2026).

Langkah hukum tersebut diambil melalui Pengadilan Distrik AS untuk Wilayah Timur Virginia. Tindakan ini bertujuan untuk menegakkan hukum hak cipta internasional serta menekan kerugian finansial yang dialami oleh pemegang hak siar resmi.

1. Kerja sama AS, FIFA, dan perusahaan media

Departemen Kehakiman AS bekerja sama dengan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk melacak situs-situs web yang melanggar hukum tersebut. Penyelidikan ini juga didukung penuh oleh sejumlah perusahaan media besar, seperti NBCUniversal, beIN Media Group, dan Warner Brothers.

Sinergi ini berhasil mendeteksi ratusan situs web yang terbukti menyiarkan pertandingan tanpa izin saat turnamen sedang berlangsung. Pihak berwenang menegaskan akan terus mengejar dan memproses hukum para pengelola platform ilegal tersebut.

"Kami menyita ratusan situs ilegal ini untuk melumpuhkan jaringan internasional yang mencari keuntungan dari kepopuleran Piala Dunia," kata Asisten Jaksa Agung Divisi Kriminal Departemen Kehakiman AS, A. Tysen Duva.

2. Bahaya pencurian data bagi penonton

Menonton tayangan bajakan tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga sangat berbahaya bagi keamanan digital penonton. Banyak situs web ilegal sengaja dirancang untuk menyusupkan program jahat (malware) ke perangkat pengguna.

Para pelaku kejahatan siber kerap memanfaatkan antusiasme masyarakat untuk menyebarkan virus tersebut. Akibatnya, data penting penonton seperti identitas pribadi hingga informasi rekening bank bisa dicuri dan disalahgunakan.

"Situs bajakan ini tidak hanya mencuri hak cipta, tetapi juga mengancam penonton dengan virus berbahaya. Hal ini bisa membongkar data pribadi dan menguras uang mereka," ujar Agen Khusus Investigasi Keamanan Dalam Negeri AS, Eric Weindorf, dilansir dari The Hindu.

3. Operasi khusus skala internasional

Penegakan hukum berskala internasional ini berjalan di bawah komando khusus bernama Operasi Offsides. Fokus utama dari operasi ini adalah mematikan infrastruktur digital yang mendukung penyebaran siaran bajakan.

Pemerintah AS berkolaborasi dengan kepolisian luar negeri untuk mematikan pusat data (server) yang berlokasi di Peru dan Bulgaria. Selain itu, pemblokiran serupa juga sukses dilakukan di Kroasia, Rumania, Polandia, dan Kolombia.

"Siaran Piala Dunia yang ilegal jelas melanggar hukum dan ikut mendanai kelompok kriminal," tegas Direktur Pusat Koordinasi Hak Kekayaan Intelektual Nasional AS, Ivan J. Arvelo, dikutip dari Jerusalem Post.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More