“Ini adalah jalur perairan internasional. Tidak ada negara yang diizinkan untuk memungut tol atau biaya apa pun di jalur perairan internasional. Semua negara di kawasan ini akan setuju,” kata Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Selasa (23/6/2026), seperti dilansir Times of Israel.
AS Tegaskan Iran Tak Bisa Pungut Tarif di Selat Hormuz

- Pemerintah AS menegaskan Iran tidak berhak memungut tarif di Selat Hormuz karena wilayah itu merupakan perairan internasional yang bebas dilalui kapal dari negara mana pun.
- Iran dikabarkan ingin menguasai penuh Selat Hormuz dan sempat membahas penerapan tarif bersama Oman, namun Oman menolak dengan alasan menghormati hukum laut internasional.
- AS sebelumnya telah memperingatkan Oman agar tidak ikut mengontrol Selat Hormuz bersama Iran, sementara hukum internasional melarang pemungutan biaya di jalur laut alami seperti selat tersebut.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan tidak akan mengizinkan Iran memungut tarif apa pun untuk kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz. Sebab, Selat Hormuz merupakan laut internasional yang bebas dilewati oleh kapal dari negara mana pun.
1. Iran ingin menguasai Selat Hormuz secara penuh

Pernyataan tadi dilontarkan Rubio untuk merespons manuver yang dilakukan Iran untuk menguasai Selat Hormuz secara penuh. Sebab, pada Selasa, delegasi Iran sudah bertemu dengan delegasi Oman untuk mengaji penerapan tarif bagi kapal-kapal yang ingin berlayar di selat tersebut.
Namun, Menteri Luar Negeri Oman, Albusaidi, mengatakan pihaknya akan menghormati hukum internasional yang berlaku di Selat Hormuz. Sebab, selat tersebut merupakan perairan internasional sehingga pihak mana pun tidak boleh memungut biaya bagi kapal-kapal yang ingin berlayar di sana.
"Kami menegaskan komitmen terhadap hukum internasional dan jalur aman bebas bea (di Selat Hormuz)," ujar Albusaidi dilansir France 24.
2. AS sudah mengancam Oman untuk jangan ikut kontrol Selat Hormuz

Sebetulnya, AS sudah pernah mengancam Oman untuk jangan ikut campur soal Selat Hormuz. Bahkan, Presiden AS, Donald Trump, pada Mei lalu mengatakan, pihaknya akan menyerang Oman jika mereka bergabung dengan Iran untuk mengontrol atau mengambil tarif di selat tersebut. Namun, Trump yakin Oman tidak akan melakukan hal tersebut.
“Mereka (Iran) ingin mengendalikannya. (Namun), tidak seorang pun akan mengendalikannya. Itu perairan internasional. Oman akan berperilaku seperti negara lain (tidak ikut mengontrol Selat Hormuz bersama Iran) atau kami akan menyerangnya. Mereka mengerti itu. (Oleh karena itu), mereka akan baik-baik saja,” ungkap Trump dilansir The Hill.
3. Hukum internasional melarang Iran memungut tarif di Selat Hormuz

Sebelum ini, Iran memang sudah berencana memungut tarif tol untuk kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz. Ini merupakan salah satu upaya Iran untuk menguasai selat tersebut secara penuh. Sebab, dalam kesepakatan damai dengan AS, Iran bersedia membuka Selat Hormuz asalkan mereka diizinkan untuk berkuasa penuh atas selat tersebut.
Namun, pemungutan tarif di Selat Hormuz sebetulnya sudah dilarang oleh hukum laut internasional. Sebab, Selat Hormuz merupakan laut internasional yang bebas dilewati oleh kapal-kapal dari negara mana pun. Hal ini tentu berbeda dengan terusan, seperti Terusan Suez dan Terusan Panama.
Terusan Suez dan Terusan Panama merupakan jalur perdagangan khusus yang dibangun oleh sejumlah negara, bukan fenomena alam seperti selat. Terusan dibuat dengan tujuan untuk memotong jalur perdagangan yang terlalu panjang. Oleh karena itu, negara-negara yang membangun terusan diperbolehkan untuk memungut tarif bagi kapal yang ingin berlayar di sana. Langkah ini merupakan timbal balik dari pembangunan terusan karena kapal jadi bisa mengirim barang ke negara lain dengan cepat.


















![[QUIZ] Tebak Nama Presiden Negara Peserta Piala Dunia 2026 Saat Ini, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20260626/upload_eb303502a2c25570fd881db56061c870_42c4a4ab-ef89-471a-80da-777dc3f4c599.jpg)