Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran mengajukan proposal kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari dan mengakhiri perang. Tawaran tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Kamis (24/9/2026).
Komunikasi kedua belah pihak berlangsung lewat bantuan mediator Qatar yang menyampaikan pesan antara Teheran dan Washington. Melalui rancangan tersebut, Teheran menyatakan siap memulihkan pelayaran di Selat Hormuz asalkan Gedung Putih memenuhi sejumlah persyaratan utama.
