Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

80 Negara di PBB Kecam Serangan Iran dan Blokade Selat Hormuz

4 min read
80 Negara di PBB Kecam Serangan Iran dan Blokade Selat Hormuz
bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (Makaristos, Public Domain, via Wikimedia Commons)
  • Sebanyak 80 negara di PBB mengecam serangan Iran ke negara-negara kawasan dan pemblokiran Selat Hormuz, serta mendesak pemulihan penuh kebebasan pelayaran internasional.
  • Koalisi menuntut Selat Hormuz dibuka segera bagi kapal secara aman tanpa tarif, syarat, atau pungutan, karena gangguan jalur itu mengancam perdagangan, energi, pangan, dan keamanan regional.
  • Koalisi juga mengecam eskalasi Houthi di Yaman, Laut Merah, dan Arab Saudi, sementara Iran disebut menyerang sejumlah negara kawasan yang bukan pihak langsung konflik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 80 negara mengecam serangan Iran terhadap sejumlah negara tetangga serta tindakan pemblokiran navigasi di Selat Hormuz. Pernyataan bersama tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif Al-Zayani dalam konferensi pers di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Kamis (24/9/2026).

Koalisi yang terdiri dari negara-negara Arab Teluk dan kekuatan utama Barat itu mendesak pemulihan penuh hak pelayaran internasional tanpa penundaan. Mereka menilai pembatasan perlintasan dan eskalasi konflik di perairan strategis tersebut mengancam perdagangan internasional, pasokan energi, dan keamanan regional.

  1. 1. Desakan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa tarif, syarat, atau pungutan liar

    Selat Hormuz
    Selat Hormuz (MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Pernyataan bersama yang dibacakan oleh Abdullatif Al-Zayani mendesak pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh dan segera. Koalisi menegaskan agar kapal-kapal diizinkan melintas dengan aman sesuai dengan hukum internasional, tanpa pengenaan tarif, persyaratan khusus, maupun pungutan liar. “Tindakan Iran di Selat Hormuz terus mengancam keamanan internasional serta hak dan kebebasan navigasi,” demikian isi pernyataan bersama tersebut.

    Pembatasan perlintasan di koridor energi strategis tersebut telah mengganggu arus maritim sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari. Terkait dampak yang ditimbulkan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada bulan lalu telah memperingatkan bahwa hambatan perdagangan barang dan pangan berisiko memicu kenaikan harga, memperburuk kelaparan, dan membuat panen global lebih buruk. Terkait upaya penyelesaian krisis di kawasan, Al-Zayani menyampaikan bahwa solusi politik merupakan jalan terbaik ke depan.

    Koalisi menekankan bahwa pelayaran komersial dan para pelaut tidak boleh dijadikan alat penekan. “Pelayaran komersial dan para pelaut tidak boleh dijadikan alat penekan, dan kami mengecam tindakan Iran yang membahayakan nyawa orang-orang yang tidak bersalah,” bunyi pernyataan tersebut. Al-Zayani menambahkan bahwa ancaman terhadap navigasi maritim tetap nyata dan terus meningkat meski isu tersebut telah mereka suarakan lima bulan lalu.

  2. 2. Sorotan terhadap aksi militer kelompok Houthi

    Kelompok Houthi
    Kelompok Houthi (Henry Ridgwell, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Koalisi 80 negara turut mengecam keputusan kelompok Houthi yang melanjutkan konflik di Yaman serta melancarkan serangan berulang ke Arab Saudi dan Laut Merah. Kelompok tersebut telah menguasai Pulau Mayun pada awal bulan ini yang berlokasi di pintu masuk Laut Merah dan Selat Bab Al-Mandab. Pergerakan militer Houthi ke perairan tersebut dinilai koalisi hanya akan memperbesar risiko terhadap pelayaran internasional, keamanan maritim, dan perdagangan dunia.

    Eskalasi serangan terjadi saat otoritas Arab Saudi mencegat enam rudal balistik yang menurut Riyadh diluncurkan Houthi dan mengarah ke pelabuhan Yanbu dan Kota Taif pada Kamis (24/9/2026). Houthi belum mengklaim tanggung jawab atas serangan tersebut. Selain itu, sebuah serangan terhadap kapal komersial di lepas pantai Oman pada Rabu (23/9/2026) turut menewaskan seorang awak kapal berkebangsaan India. Al-Zayani menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban yang kehilangan nyawa akibat ancaman berkelanjutan tersebut.

    Terkait ancaman Houthi, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan menyatakan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mampu mempertahankan wilayahnya. Kepada The National, dia menegaskan prioritas utama adalah menjaga keutuhan Yaman. Koalisi yang dipimpin Arab Saudi akan terus mendukung pemerintah Yaman. “Tanggung jawab untuk menghadapi ancaman ini bukan hanya ada pada Arab Saudi. Ini juga menjadi tanggung jawab seluruh komunitas internasional,” ujar Pangeran Faisal.

  3. 3. Dampak serangan Iran terhadap negara kawasan

    ilustrasi konflik AS-Israel dengan Iran
    ilustrasi konflik AS-Israel dengan Iran (unsplash.com/Saifee Art)

    Sebagaimana dilansir Arab News, Bahrain yang menampung pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat telah beberapa kali menjadi target tembakan drone dan rudal Iran. Serangan Teheran terhadap Bahrain tersebut terjadi menyusul serangan yang dilancarkan pihak Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari. Al-Zayani menegaskan bahwa ancaman dari Teheran saat ini masih sangat nyata dan terus berkembang di kawasan Timur Tengah.

    Selain Bahrain, Teheran juga melancarkan serangan terhadap Suriah, Yordania, Irak, Qatar, Turkiye, Kuwait, Arab Saudi, Oman, dan Uni Emirat Arab. Laporan menegaskan bahwa tidak satu pun dari negara-negara sasaran tersebut yang menjadi pihak langsung dalam konflik. Koalisi 80 negara pun mengecam tindakan Iran yang membahayakan nyawa orang tak bersalah dan mengancam stabilitas kawasan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More