ilustrasi nuklir (pixabay.com/slightly_different)
Di tengah eskalasi, AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan pembicaraan terkait isu nuklir pada 26 Februari di Jenewa, Swiss, yang dimediasi Oman. Pertemuan tersebut merupakan lanjutan dari dialog sebelumnya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan peluang diplomasi masih terbuka. “Saya percaya bahwa masih ada peluang untuk mencapai solusi diplomatik yang didasarkan pada prinsip saling menguntungkan. Solusi tersebut masih berada dalam jangkauan,” ujar Araghchi dalam sebuah wawancara televisi.
Ia menambahkan, “Saya percaya bahwa ketika kita bertemu, mungkin Kamis ini, di Jenewa lagi, kita dapat mengerjakan elemen-elemen tersebut dan menyiapkan teks yang sesuai dan mencapai kesepakatan dengan cepat. Ini pemahaman saya. Saya melihatnya sangat mungkin,” katanya.
Sementara itu, AS dilaporkan mengerahkan kekuatan militer tambahan di Timur Tengah, termasuk dua kapal induk. Pekan lalu, Presiden Trump menyatakan sedang mempertimbangkan opsi serangan terbatas terhadap Iran, yang berpotensi meningkatkan risiko konflik regional.
Kemlu menyatakan terus memantau perkembangan dan menyiapkan langkah-langkah perlindungan bagi WNI sesuai situasi di lapangan.