Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Iran-AS Memanas, Kemlu Pantau WNI dan Siaga 1 Berlaku
potret bendera Iran (unsplash.com/Akbar Nemati)
  • Kemlu RI melalui KBRI Tehran terus memantau situasi keamanan di Iran, memastikan kondisi di Teheran dan kota besar lainnya masih kondusif tanpa laporan WNI terdampak langsung.
  • Status Siaga 1 untuk Iran yang berlaku sejak Juni 2025 tetap diberlakukan, dengan rencana kontingensi dan jalur evakuasi disiapkan jika situasi memburuk.
  • Di tengah ketegangan meningkat, AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan pembicaraan nuklir pada 26 Februari di Jenewa yang dimediasi Oman untuk mencari solusi diplomatik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memantau perkembangan situasi keamanan di Iran menyusul meningkatnya eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Ketegangan menguat setelah Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan opsi serangan terbatas terhadap Iran.

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah memastikan kondisi di Teheran dan sejumlah kota besar lainnya masih terpantau normal. Status Siaga 1 yang ditetapkan sejak Juni 2025 tetap berlaku, sementara komunikasi dengan warga negara Indonesia (WNI) terus dilakukan.

1. Situasi di Teheran disebut masih kondusif

potret Kota Tehran, Iran (unsplash.com/hosein charbaghi)

Kemlu menyatakan pemantauan dilakukan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran.

"Terkait hal ini dapat kami sampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tehran terus memantau secara seksama perkembangan situasi keamanan di Iran. Hingga saat ini, situasi di Tehran dan kota-kota lainnya terpantau berjalan normal serta kondusif," tutur Heni dalam keterangannya kepada awak media, Senin (23/2/2026).

Ia juga memastikan belum ada laporan WNI yang terdampak langsung. "Hingga saat ini, tidak terdapat laporan WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan," ujarnya.

2. Status Siaga 1 masih berlaku sejak Juni 2025

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI (kemlu.go.id)

Kemlu menegaskan status Siaga 1 untuk Iran tetap diberlakukan.

"Status Siaga 1 untuk Iran yg ditetapkan sejak Juni 2025 lalu masih berlaku. KBRI Tehran juga telah beberapa kali sampaikan himbauan pada WNI di Iran untuk mempertimbangkan meninggalkan wilayah Iran secara mandiri sekiranya kondisi keamanan di wilayah mereka tidak kondusif," ujarnya.

Selain itu, Kemlu telah menyiapkan rencana kontingensi apabila situasi memburuk. "Semua plan contigency tetap disiap siagakan termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan," ujar Heni.

"Kepada seluruh WNI di Iran dihimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, turut memantau perkembangan situasi terkini, serta menjalin komunikasi dengan KBRI Tehran," katanya.

3. Ketegangan meningkat, negosiasi nuklir berlanjut

ilustrasi nuklir (pixabay.com/slightly_different)

Di tengah eskalasi, AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan pembicaraan terkait isu nuklir pada 26 Februari di Jenewa, Swiss, yang dimediasi Oman. Pertemuan tersebut merupakan lanjutan dari dialog sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan peluang diplomasi masih terbuka. “Saya percaya bahwa masih ada peluang untuk mencapai solusi diplomatik yang didasarkan pada prinsip saling menguntungkan. Solusi tersebut masih berada dalam jangkauan,” ujar Araghchi dalam sebuah wawancara televisi.

Ia menambahkan, “Saya percaya bahwa ketika kita bertemu, mungkin Kamis ini, di Jenewa lagi, kita dapat mengerjakan elemen-elemen tersebut dan menyiapkan teks yang sesuai dan mencapai kesepakatan dengan cepat. Ini pemahaman saya. Saya melihatnya sangat mungkin,” katanya.

Sementara itu, AS dilaporkan mengerahkan kekuatan militer tambahan di Timur Tengah, termasuk dua kapal induk. Pekan lalu, Presiden Trump menyatakan sedang mempertimbangkan opsi serangan terbatas terhadap Iran, yang berpotensi meningkatkan risiko konflik regional.

Kemlu menyatakan terus memantau perkembangan dan menyiapkan langkah-langkah perlindungan bagi WNI sesuai situasi di lapangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team