Jakarta, IDN Times - Iran menolak tuduhan dari Perdana Menteri (PM) Albania, Edi Rama terlibat dalam kampanye disinformasi yang memicu demonstrasi besar. Teheran dituding terlibat dalam perang hybrid di Albania untuk menolak pembangunan hotel mewah di Zvernec.
“Otoritas Albania tidak merespons permintaan dari rakyatnya, tapi malah melayangkan tuduhan kepada Iran. Tentu, rakyat Albania paham dan dapat menilai yang benar dalam tuduhan tersebut,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, dikutip dari Politico, Rabu (10/6/2026).
Selama ini, hubungan Albania dan Iran terus memanas karena kesediaan Tirana menampung oposisi Iran. Pada Maret, Albania resmi menetapkan Iran sebagai negara pendukung terorisme.
