Jakarta, IDN Times - Iran disebut tengah menyiapkan langkah besar sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata yang masih berlangsung. Kantor berita Tasnim, media yang berafiliasi dengan negara Iran, melaporkan bahwa Teheran akan menghentikan pertukaran pesan dengan Amerika Serikat melalui perantara dan bergerak untuk menutup sepenuhnya Selat Hormuz.
Laporan yang dipublikasikan melalui kanal Telegram Tasnim pada Senin itu berfokus pada operasi militer Israel di Lebanon terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Dalam laporan tersebut, Iran dan kelompok-kelompok yang disebut sebagai “front perlawanan” diklaim telah mengambil keputusan untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel dan para pendukungnya.
Tasnim menyebut tidak akan ada komunikasi lebih lanjut hingga Israel menarik diri sepenuhnya dari wilayah yang didudukinya di Lebanon serta menghentikan seluruh serangan di Lebanon dan Gaza. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di berbagai front kawasan Timur Tengah.
Perkembangan tersebut langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak melonjak lebih dari 7 persen setelah laporan Tasnim beredar, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan yang lebih besar terhadap pasokan energi dunia.
