Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Iran Kecam Serangan AS di Selat Hormuz, Janji Bakal Balas!

Iran Kecam Serangan AS di Selat Hormuz, Janji Bakal Balas!
potret bendera Iran (pixabay.com/Chickenonline)
Intinya Sih
  • Iran mengecam keras serangan Amerika Serikat di Selat Hormuz yang dianggap melanggar gencatan senjata dan menegaskan akan memberikan balasan atas tindakan tersebut.
  • AS mengklaim serangan terhadap dua kapal milik Korps Garda Revolusi Iran serta situs rudal di Bandar Abbas sebagai langkah pertahanan diri untuk melindungi pasukannya.
  • Serangan terjadi di tengah negosiasi perdamaian tidak langsung antara AS dan Iran, yang sedang membahas draf kesepakatan mencakup pencabutan sanksi dan perpanjangan gencatan senjata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran mengecam keras serangan terbaru yang dilakukan Amerika Serikat (AS) di tengah gencatan senjata yang sedang berlangsung. Iran mengatakan serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap aturan gencatan senjata. Kemlu Iran menegaskan bahwa AS akan segera menerima balasan imbas serangan tersebut. 

"Republik Islam Iran tidak akan membiarkan tindakan agresi apa pun tanpa balasan," bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran yang dirilis pada Selasa (26/5/2026), seperti dilansir The New Arab

1. AS menyerang dua kapal Iran di Selat Hormuz

Kapal perang Amerika Serikat sedang berlayar di Selat Hormuz.
Kapal perang Amerika Serikat sedang berlayar di Selat Hormuz. (flickr.com/Official U.S. Navy via commons.wikimedia.org/Official U.S. Navy)

Sebelumnya, pasukan angkatan laut AS menyerang dua kapal Iran yang berupaya menebar ranjau di Selat Hormuz pada Senin (25/5/2026). Dalam pernyataannya, Juru Bicara Pusat Komando AS (CENTCOM), Tim Hawkins, menyebut serangan itu merupakan “serangan pertahanan diri”. Sebab, serangan itu bertujuan untuk melindungi pasukan AS dari ranjau-ranjau yang ditebar Iran di Selat Hormuz. 

“Pasukan AS melakukan serangan bela diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran. Komando Pusat AS terus membela pasukan kita sambil menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung,” kata Hawkins dilansir Jerusalem Post

2. Kapal yang diserang AS merupakan milik IRGC

Kapal IRGC sedang berlayar di laut.
potret kapal milik IRGC (commons.wikimedia.org/NAVCENT Public Affairs)

Menurut seorang pejabat militer AS yang enggan disebut namanya, dua kapal yang mereka serang di Selat Hormuz merupakan kapal milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Kapal-kapal tersebut terciduk akan menebar sejumlah ranjau di sekitar salah satu jalur perdagangan paling sibuk di dunia tersebut.  

Selain menyerang kapal di Selat Hormuz, AS juga mengaku telah melakukan serangan ke situs peluncuran rudal Iran di Bandar Abbas. CENTCOM menjelaskan serangan itu juga merupakan bentuk pertahanan diri AS dari ancaman Iran. Namun, mereka menegaskan bahwa serangan tersebut tidak menunjukkan bahwa gencatan senjata AS dan Iran sudah berakhir.

3. Serangan dilakukan saat negosiasi perdamaian sedang berlangsung

Negosiasi perdamaian di antara dua negara.
ilustrasi negosiasi perdamaian (pexels.com/Monstera Production)

Semua serangan tadi dilakukan AS saat negosiasi perdamaian dengan Iran kini sedang berjalan. AS dan Iran sendiri sudah menggelar negosiasi lanjutan sejak Kamis (21/5/2026) pekan lalu. Namun, negosiasi kali ini dilakukan secara tidak langsung karena AS dan Iran hanya berkirim pesan lewat Pakistan yang berperan sebagai mediator. 

Dalam negosiasi kali ini, AS dan Iran berhasil membuat draf kesepakatan antara kedua pihak. Dalam draf tersebut, AS bersedia menyudahi sanksi ekonomi terhadap Iran, bersedia meminta Israel berhenti menyerang Lebanon, dan bersedia menghentikan blokade terhadap pelabuhan Iran. Sementara itu, Iran bersedia membuka Selat Hormuz secara penuh. AS dan Iran juga menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. 

Hingga saat ini, draf kesepakatan di atas belum difinalisasi oleh AS dan Iran. Sebab, kedua negara masih ingin berdiskusi agar kesepatakan tadi menguntungkan kedua pihak sehingga bisa menghasilkan perdamaian jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More