Dalam pernyataannya, Juru Bicara CENTCOM, Tim Hawkins, menjelaskan, dua kapal yang diserang AS di Selat Hormuz tadi merupakan kapal milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Kapal-kapal tersebut terciduk akan menebar sejumlah ranjau di sekitar salah satu jalur perdagangan paling sibuk di dunia tersebut.
AS Serang Tiga Pulau Iran di Selat Hormuz

- Amerika Serikat melancarkan serangan ke tiga pulau Iran di Selat Hormuz, menargetkan situs rudal, radar, dan pangkalan udara sebagai balasan atas jatuhnya drone MQ-1 Reaper milik AS.
- Sebelumnya, AS juga menyerang markas militer Iran di Bandar Abbas serta dua kapal IRGC yang diduga menebar ranjau di jalur perdagangan strategis Selat Hormuz.
- Serangkaian serangan ini terjadi di tengah negosiasi damai AS-Iran yang belum membuahkan hasil, sementara Presiden Donald Trump mengancam tindakan lebih lanjut jika kesepakatan gagal tercapai.
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat dikabarkan menyerang tiga pulau Iran yang ada di Selat Hormuz, yakni Pulau Goruk, Pulau Qeshm, dan Pulau Sirik. Menurut keterangan Pusat Komando AS (CENTCOM) pada Senin (1/6/2026), serangan di Pulau Goruk dan Qeshm menyasar situs rudal dan radar Iran. Sementara itu, serangan di Pulau Sirik menyasar pangkalan angkatan udara Iran.
CENTCOM menambahkan, serangan tadi dilakukan sebagai balasan terhadap Iran. Sebab, angkatan bersenjata negara mayoritas Islam Syiah tersebut telah menembak jatuh drone MQ-1 Reaper milik pasukan militer AS. Drone tersebut kerap digunakan pasukan AS untuk menyerang Iran dan para sekutunya sejak perang meletus pada 28 Februari lalu.
1. AS sebelumnya juga sudah menyerang Iran

Sebelum ini, AS juga sudah beberapa kali menyerang Iran. Pada Rabu (27/5/2026) pekan lalu, misalnya, AS menyerang markas militer Iran di Bandar Abbas. Serangan tersebut dilakukan karena Iran dikabarkan akan meluncurkan drone dari markas militer tersebut untuk menyerang AS.
"Tindakan-tindakan ini terukur, murni bersifat defensif, dan bertujuan untuk mempertahankan gencatan senjata," kata seorang pejabat militer AS yang ingin namanya dianonimkan untuk alasan keamanan, seperti dilansir Jerusalem Post.
2. AS juga menyerang dua kapal Iran yang menebar ranjau di Selat Hormuz

Serangan AS ke pangkalan militer Iran di Bandar Abbas tadi juga terjadi pada Selasa (26/5/2026) pekan lalu. Selain menyerang markas militer di Bandar Abbas, AS kala itu juga menyerang dua kapal Iran yang berupaya menebar ranjau di Selat Hormuz.
3. Serangan dilakukan di tengah negosiasi yang sedang berlangsung

Semua serangan tadi dilakukan AS di saat negosiasi perdamaian dengan Iran sedang berjalan. AS dan Iran sendiri sudah menggelar negosiasi lanjutan sejak 21 Mei lalu. Sayangnya, negosiasi tersebut hingga kini masih belum berbuah perdamaian antara kedua negara.
Akhirnya, AS mengancam akan menyerang Iran jika kesepakatan damai gagal diraih. Sebab, beberapa waktu lalu, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan dirinya sudah kehilangan kesabaran karena Iran tidak kunjung menyepakati perdamaian.
"Kami mampu untuk memulai kembali (serangan ke Iran) jika diperlukan. (Bahkan), kami lebih dari mampu. Persediaan kami lebih dari cukup untuk itu, baik di sana maupun di seluruh dunia. Jadi, kami berada dalam posisi yang sangat baik," kata Hegseth saat berkunjung ke Singapura pada Sabtu (30/5/2026) dilansir Jerusalem Post.

















