Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Iran Tembaki Kapal India di Selat Hormuz, Hubungan Diplomatik Tegang
Bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)
  • Pasukan maritim Iran menembaki dua kapal berbendera India di Selat Hormuz, memicu ketegangan diplomatik dan kekhawatiran atas keamanan jalur energi penting bagi perekonomian India.
  • Pemerintah India memanggil Duta Besar Iran untuk menyampaikan protes resmi, menuntut jaminan keselamatan pelaut serta pemulihan keamanan pelayaran di perairan internasional.
  • Iran kembali menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap blokade Amerika Serikat, langkah yang berpotensi mengganggu perdagangan minyak global dan memperburuk situasi kawasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Hubungan diplomatik antara India dan Iran mengalami ketegangan setelah pasukan keamanan maritim Iran menembaki dua kapal komersial berbendera India di Selat Hormuz, pada Sabtu (18/4/2026). Peristiwa ini membuat kedua kapal tersebut harus memutar balik di jalur pelayaran strategis tersebut.

Pemerintah India langsung mengajukan protes resmi karena tindakan ini mengancam keselamatan pelaut dan jalur pasokan energi yang penting bagi perekonomian mereka. Kejadian ini menambah ketegangan di kawasan tersebut setelah Iran membatalkan komitmennya untuk membuka jalur perdagangan komersial di tengah masa gencatan senjata di Timur Tengah.

1. Pemerintah India memanggil duta besar Iran untuk meminta penjelasan

Bendera India. (unsplash.com/aboodi_vm)

Kementerian Luar Negeri India merespons kejadian ini dengan memanggil Duta Besar Iran, Mohammad Fathali, ke New Delhi. Pertemuan pada Sabtu malam tersebut dipimpin oleh Sekretaris Luar Negeri India, Vikram Misri. India menyampaikan protes dan kekhawatirannya atas keselamatan kapal sipil di perairan internasional akibat penembakan oleh Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC).

India menegaskan bahwa gangguan pasokan energi di Selat Hormuz bisa mengancam stabilitas ekonomi India sebagai salah satu konsumen energi terbesar di dunia. Vikram Misri mengingatkan bahwa Iran sebelumnya sering membantu kapal-kapal India untuk lewat dengan aman, sehingga penembakan tanpa peringatan ini melanggar kerja sama yang sudah ada.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, membenarkan bahwa pemerintah meminta Iran segera memulihkan keamanan jalur pelayaran bagi kapal-kapal yang menuju India.

"Sekretaris Luar Negeri telah menyampaikan kekhawatiran India atas penembakan dua kapal kita di Selat Hormuz. Kami juga menekankan betapa pentingnya menjaga keamanan pelayaran bagi kapal dagang dan para awaknya," kata Randhir Jaiswal, dilansir The Hindu.

Duta Besar Mohammad Fathali berjanji akan meneruskan protes India ini kepada pemerintah di Teheran, meskipun ia awalnya mengaku belum mengetahui rincian kejadian penembakan tersebut. 

2. Kapal Sanmar Herald dan Jag Arnav ditembak oleh IRGC tanpa peringatan

Ilustrasi perairan di Teluk Oman (Twitter.com/MailOfTheDay)

Berdasarkan data pelacakan, penembakan terjadi saat kapal tanker minyak mentah Sanmar Herald dan kapal pengangkut curah Jag Arnav berlayar sekitar 20 mil laut di timur laut Oman. Kapal Sanmar Herald, kapal jenis VLCC yang membawa dua juta barel minyak dari Irak, dicegat oleh kapal cepat milik IRGC. Pasukan tersebut langsung menembaki kapal tanpa ada komunikasi radio sebelumnya.

Akibatnya, kapal mengalami kerusakan pada kaca dan nakhoda harus segera putar balik untuk mengamankan awak serta muatan. Kapal-kapal India ini sebenarnya sudah masuk dalam daftar yang diizinkan lewat oleh pihak Iran. Sebuah rekaman radio menangkap suara kru kapal yang meminta penjelasan saat penembakan terjadi.

Pihak pengiriman India memastikan semua awak di kedua kapal dalam keadaan selamat dan tidak ada yang terluka, meski para awak kapal mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Dari total 14 kapal tujuan India yang dicegat, hanya satu kapal milik perusahaan Hindustan Petroleum Corporation Limited (HPCL) yang akhirnya bisa melewati selat tersebut.

3. Iran kembali menutup Selat Hormuz sehingga mengganggu jalur perdagangan minyak dunia

kapal AS membersihkan ranjau di Selat Hormuz (NAVCENT Public Affairs, Public domain, via Wikimedia Commons)

Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran disebabkan oleh ketidakpuasan Teheran terhadap Amerika Serikat (AS). Pemerintah AS tetap melakukan blokade terhadap pelabuhan Iran meski kesepakatan gencatan senjata sudah diumumkan. Militer Iran menyatakan mereka kembali memperketat jalur tersebut karena menilai AS melanggar kesepakatan dan menyita kapal-kapal barang milik Iran.

Pemerintah Iran menyatakan penutupan jalur ini merupakan langkah pertahanan diri dari sanksi ekonomi dan gangguan terhadap kapal mereka.

"Karena pihak lawan terus melanggar kepercayaan dan memanfaatkan situasi ini untuk alat kampanye mereka, kami kembali memblokir selat tersebut. Kami tidak akan membiarkan mereka memeras kami," kata Deputi Komunikasi untuk Kantor Presiden Iran, Mehdi Tabatabaei, dilansir Economic Times.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team