Kapolri Listyo Ungkap Ingin Jadi Aktivis Setelah Pensiun, Demo Jumhur

- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan keinginannya menjadi aktivis setelah pensiun, terinspirasi oleh semangat para buruh dan ingin turut menyuarakan keadilan di lapangan.
- Listyo menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian global, termasuk menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui investasi dan peningkatan daya saing tenaga kerja.
- Polri berkomitmen memastikan situasi keamanan dalam negeri tetap kondusif agar iklim investasi tumbuh, sekaligus menjaga keseimbangan antara hak buruh dan keberlangsungan industri.
Jakarta, IDN Times - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkap keinginannya untuk menjadi seorang aktivis setelah resmi pensiun dari Korps Bhayangkara.
Keinginan itu diutarakan Listyo saat menghadiri acara Pembukaan Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) yang digelar di Jakarta, Minggu (7/6/2026). Listyo menyinggung banyak aktivis yang kini mendapat kursi di Kabinet Merah Putih.
Dalam acara itu, Listyo hadir bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor hingga sejumlah perwakilan serikat buruh.
"Tadi sudah banyak yang disampaikan oleh beliau-beliau. Memang terjadi perubahan dari aktivis-aktivis saat ini rata-rata kemudian menjadi pimpinan-pimpinan di kabinet. Selamat Pak, ya," kata Listyo mengawali sambutannya.
1. Listyo ingin jadi aktivis mau demo Jumhur

Listyo lantas berseloroh ingin menjadi aktivis karena banyak dari mereka yang kini bergabung di pemerintahan. Ia juga terkesan dengan yel-yel para aktivis buruh yang berhasil membakar semangat.
Ia pun merasa cocok menjadi seorang aktivis berjuang di lapangan untuk menyuarakan keadilan. Listyo siap melakukan unjuk rasa terhadap Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat.
"Saya mohon izin kepada teman-teman selesai jadi Kapolri saya gantian jadi aktivis, boleh nggak? Karena saya terus terang saya tadi sangat senang dengar yel-yelnya tadi. Kayaknya cocok buat saya. Karena hampir lima tahun saya ini didemo terus. Jadi gantian nanti saya mau demo Pak Jumhur," kata mantan Kepala Bareskrim Polri itu.
2. Listyo sebut pemerintah bertekad menjaga stabilitas ekonomi nasional

Lebih jauh, Listyo turut menyinggung kondisi ketidakpastian global yang akan berdampak terhadap hubungan industrial buruh dengan perusahaan. Namun, ia mengatakan, pemerintah saat ini telah menyiapkan berbagai skenario mengantisipasi kemungkinan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Menurut dia, pemerintah telah berupaya membangun hubungan diplomatik dengan negara lain untuk bisa menarik investasi di Indonesia, sehingga diharapkan bisa menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi gelobal yang kian memburuk.
"Kita memiliki modal, kita memiliki sumber daya alam yang sangat luar biasa, kita memiliki jumlah masyarakat yang cukup besar dan apabila ini bisa kita kelola dengan baik kita harapkan hilirisasi, industrialisasi bisa tumbuh dan para pekerja-pekerja kita juga bisa kita tingkatkan kemampuannya sehingga kemudian kita memiliki daya saing dengan negara lain," kata dia.
3. Polri siap pastikan situasi dalam negeri kondusif

Listyo menyampaikan, di tengah tantangan situasi geopolitik global saat ini, Polri akan terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selalu kondusif agar iklim investasi terus bertumbuh, sehingga membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.
Di satu sisi, ia menilai, hak-hak buruh yang selama ini diperjuangkan tentu harus disetarakan sehingga industri tetap bisa hidup dan kesejahteraan buruh meningkat.
"Hubungan ini yang harus kita bangun terus ke depan sehingga kemudian Indonesia betul-betul memiliki daya saing dibandingkan dengan negara-negara lain yang ada, karena kita memiliki semuanya tinggal bagaimana kemudian kita mengelola hal tersebut dengan sebaik-baiknya," kata dia.
















