Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Israel Bebaskan Tahanan Lebanon Usai Dimediasi Amerika Serikat
bendera Lebanon (unsplash.com/Charbel Karam)
  • Israel membebaskan lima warga sipil Lebanon, termasuk empat orang pada Jumat, melalui Palang Merah setelah kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat.
  • Sebagai bagian kesepakatan, Lebanon membantu mencari jasad pemimpin Yahudi Lebanon yang diculik dan dibunuh pada era 1980-an.
  • Mediasi AS berlangsung beberapa pekan dan akan dilanjutkan dalam perundingan Roma akhir September, sementara Palang Merah meminta akses bagi tahanan Lebanon yang tersisa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel membebaskan empat tahanan asal Lebanon dan menyerahkan mereka kepada otoritas Lebanon melalui Komite Internasional Palang Merah pada Jumat (4/9/2026). Pembebasan ini melengkapi pemulangan satu warga sipil Lebanon sehari sebelumnya sehingga total lima tahanan telah dibebaskan dalam kesepakatan tersebut.

Sebagai imbalannya, pihak Lebanon menyetujui pencarian jasad warga Yahudi Lebanon yang hilang akibat konflik perang saudara puluhan tahun silam. Kesepakatan pembebasan lima tahanan yang seluruhnya merupakan warga sipil tersebut berhasil terwujud setelah melalui rangkaian proses mediasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

1. Kesepakatan pertukaran tahanan dan pencarian jasad

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (UK Government, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa pihaknya sepakat membebaskan lima warga sipil Lebanon yang ditahan oleh militer di wilayah Lebanon selatan. Persetujuan ini diberikan setelah Lebanon memberi bantuan dalam melacak keberadaan jasad para pemimpin Yahudi Lebanon yang diculik dan dibunuh oleh organisasi teroris pada era 1980-an.

Tahanan pertama bernama Malek Ghazi telah diserahkan lebih dulu kepada Komite Internasional Palang Merah dan tentara Lebanon pada Kamis (3/9/2026). Sementara itu, empat tahanan lainnya dipulangkan pada Jumat pagi melalui pos perbatasan Naqoura menggunakan iring-iringan kendaraan palang merah menuju barak militer di Tyre.

Dilansir Arab News, puluhan tahanan asal Lebanon saat ini diyakini masih berada di pusat-pusat penahanan Israel, mencakup warga sipil dan anggota milisi Hezbollah. Komite Internasional Palang Merah mendesak agar timnya diberi akses menuju para tahanan yang tersisa karena organisasi tersebut belum memperoleh izin kunjungan sejak Oktober 2023.

2. Keluarga sambut kepulangan tahanan di Lebanon

lustrasi momen pertemuan kembali dengan keluarga (unsplash.com/Meredith Spencer)

Sejumlah keluarga tahanan tampak berkumpul menanti kedatangan kerabat mereka di pos pemeriksaan militer sebelah selatan Kota Tyre. Mahmoud Ayash, saudara dari tahanan bernama Hussein Ayash asal Desa Harouf, menuturkan bahwa saudaranya telah ditahan oleh pihak Israel selama sekitar tiga bulan.

Mahmoud menyampaikan rasa syukurnya usai menerima kabar melalui sambungan telepon dari Hussein yang sudah berada di pos Naqoura. “Aku berharap semua tahanan kita di penjara-penjara Israel dibebaskan dan seluruh warga Lebanon dimerdekakan,” ujar dia.

Warga lainnya bernama Ahmed Atwe turut menunggu di pos pemeriksaan dengan harapan memperoleh kabar mengenai kerabatnya, Mohammed Juheir, seorang nelayan asal Naqoura yang ditangkap pasukan Israel di laut setahun lalu. Mengenai kondisi ini, pihak Palang Merah menyatakan, “Banyak keluarga di Lebanon masih menunggu jawaban mengenai nasib orang-orang terkasih yang mungkin ditahan, meninggal, atau belum diketahui keberadaannya.”

3. Peran mediasi Amerika Serikat dan perundingan lanjutan

bendera Amerika Serikat (pexels.com/D Goug)

Dilansir Anadolu Agency, pembebasan tahanan ini merupakan buah dari upaya mediasi intensif Amerika Serikat selama beberapa pekan terakhir. Pokok persoalan tersebut dibahas pada perundingan di Roma pada Agustus lalu, kemudian difinalisasi oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Lebanon Michel Issa bersama Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee.

Perwakilan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengapresiasi kerja sama yang diperlihatkan kedua belah pihak dalam langkah awal pemulangan warga sipil ini. Pejabat tersebut mengatakan, “Kami memuji Pemerintah Israel dan Pemerintah Lebanon karena menunjukkan itikad baik melalui langkah-langkah awal ini, dan berharap ini akan menjadi dasar bagi diskusi lanjutan mengenai isu-isu sipil lainnya.”

Presiden Lebanon Joseph Aoun secara resmi menyampaikan rasa terima kasih kepada Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump atas peran mediasi yang dilakukan. Pemerintah Amerika Serikat menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi dialog harian kedua negara menjelang putaran perundingan berikutnya di Roma pada akhir bulan September ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article