Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (UK Government, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Sumber regional yang dikutip media penyiaran tersebut menyatakan bahwa Netanyahu mengunjungi Uni Emirat Arab tiga hari sebelum insiden penerbangan Flydubai berlangsung. Dalam kunjungan itu, Netanyahu disebut didampingi oleh beberapa pejabat senior militer serta intelijen Israel. Pertemuan yang melibatkan pejabat dari sejumlah negara Arab itu diklaim merancang operasi yang nantinya akan dialihkan tuduhannya kepada pihak Iran.
Dilansir Anadolu Agency, laporan tersebut bersumber dari pihak anonim tanpa menyertakan bukti apa pun untuk memperkuat klaimnya. Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi yang diberikan oleh pihak Israel, Uni Emirat Arab, maupun Amerika Serikat mengenai tuduhan itu. Di lain pihak, Kementerian Luar Negeri Iran secara terpisah menyatakan bahwa kehadiran Netanyahu di kawasan mengancam perdamaian dan keamanan kolektif.
Pejabat keamanan Iran Mohsen Rezaei turut memperingatkan pemerintah Abu Dhabi pada Rabu (30/9/2026) terkait penerimaan kunjungan yang mempertemukan Netanyahu dengan Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Rezaei mendesak Uni Emirat Arab agar "belajar dari perang terakhir, berhentilah menyulut peperangan". Sumber tersebut juga menambahkan bahwa Iran kini memantau pergerakan Amerika Serikat dan Israel guna bersiap menghadapi potensi permusuhan baru.