Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Singgung Nuklir Iran, Pakar: Itu Narasi yang Disebar Israel-AS

Prabowo Singgung Nuklir Iran, Pakar: Itu Narasi yang Disebar Israel-AS
Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad massal Massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Akademisi UI Shofwan Al Banna meminta Prabowo berhati-hati menyebut Iran memiliki senjata nuklir karena IAEA dan intelijen AS belum menemukan bukti terverifikasi adanya keputusan merakit hulu ledak.
  • Shofwan menilai pernyataan kontroversial tanpa data berisiko mengganggu politik luar negeri bebas aktif; ia menyarankan klarifikasi diplomatik untuk menjaga hubungan Indonesia-Iran.
  • Prabowo mengkhawatirkan efek domino nuklir di Timur Tengah, sementara siaran pidatonya sempat terputus dan rekaman YouTube kemudian menghilangkan bagian soal nuklir Iran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Akademisi dari Universitas Indonesia (UI), Shofwan Al Banna Choiruzzad mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar lebih berhati-hati ketika memberikan pernyataan di ruang publik, khususnya yang menyinggung negara sahabat. Terbaru, Prabowo menyinggung Iran yang disebutnya sudah memiliki senjata nuklir ketika bertemu dengan pengusaha Kadin pusat dan daerah seluruh Indonesia di Istana Negara pada Jumat, 31 Juli 2026. Menurut Shofwan, tuduhan bahwa Iran mengembangkan nuklir untuk menjadi senjata pemusnah massal sampai saat ini belum terbukti.

"Iran secara konsisten menyatakan program penganiayaan uraniumnya diperuntukan bagi listrik dan kebutuhan medis radioisotop. Pemimpin tertinggi Iran pun sudah mengeluarkan fatwa keagamaan yang melarang pengembangan dan penggunaan senjata pemusnah massal," ungkap Shofwan kepada IDN Times lewat pesan pendek pada Sabtu (1/8/2026).

Hal itu diperkuat dengan adanya laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan penilaian intelijen Amerika Serikat (AS) yang mencatat bahwa meskipun Iran meningkatkan kadar pengayaan uranium hingga 60 persen dan membatasi kerja sama inspeksi tertentu, tetapi belum ada bukti yang terverifikasi bahwa Iran telah mengambil keputusan politik untuk merakit hulu ledak nuklir. Penilaian itu sudab berlangsung sejak 2003 lalu.

Ia menambahkan narasi bahwa Iran memiliki senjata nuklir kerap disebar oleh Israel dan Negeri Paman Sam. Narasi itu pula yang dipakai untuk melakukan serangan ilegal terhadap Iran.

"Alhasil, dampak dari serangan ilegal itu menyebabkan kekecauan di kawasan dan berdampak pada ekonomi global," tutur pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Hubungan Internasional (HI) UI itu.

1. Prabowo diharapkan bisa membatasi penyampaian pernyataan kontroversial

Co-Founder Jaga Suara, Shofwan Al Banna saat launching jagasuara.id di Cikini, Senin (15/1/2024). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Akademisi Universitas Indonesia (UI) Shofwan Al Banna. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Lebih lanjut, Shofwan mengutip pernyataan Badan Komunikasi Istana yang mendorong setiap pernyataan yang dilontarkan ke ruang publik sudah didukung dengan data. "Penyampaian pernyataan yang kontroversial, tidak terukur dan berpotensi menuduh negara lain merupakan hal yang perlu dicegah untuk menjaga politik luar negeri bebas aktif kita," katanya.

Ketika ditanyakan apakah Duta Besar Indonesia untuk Iran Rolliansyah Soemirat perlu memberikan klarifikasi terkait pernyataan Prabowo, Shofwan menilai hal tersebut sebaiknya dilakukan. Penggunaan saluran diplomatik ditujukan untuk tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara sahabat, termasuk Iran.

"Bisa saja Iran merasa tersinggung atas ungkapan tersebut dan ini menjadi penting. Apalagi hal ini berkaitan dengan posisi Indonesia yang kemarin tidak menghadiri rangkaian acara pemimpin tertinggi Iran. Meskipun kemudian presiden mengirimkan delegasi khusus usai dikritik luas oleh publik," tutur dia.

2. Prabowo khawatir terjadi efek domino kepemilikan senjata nuklir

Presiden Prabowo Subianto (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Presiden Prabowo Subianto (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sebelumnya, Prabowo pada Jumat kemarin menguraikan kekhawatiran mengenai efek domino kepemilikan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah.

"Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirate (UEA) juga ingin punya senjata nuklir, Qatar juga ingin punya senjata nuklir, Mesir juga ingin senjata nuklir," ujar Prabowo di Istana Kepresidenan.

Prabowo juga menilai konflik di Timur Tengah tidak terlepas dari perebutan sumber daya alam.

"Kenapa ribut di Timur Tengah, Timur Tengah banyak gas, banyak minyak, dan banyak mineral-mineral lain. Berkecamuklah perang sudah ratusan tahun di situ. Saudara-saudara, jadi devide et impera itu bukan tulisan di buku sejarah. Itu nyata," kata dia.

3. Siaran langsung terputus dan videonya viral

IMG_0393.jpeg
Presiden Prabowo dalam Harlah ke-28 PKB. (Tangkapan Youtube DPP PKB)

Di tengah penyampaian pidato tersebut, siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden itu pun mendadak berhenti. Potongan video yang memperlihatkan momen itu kemudian viral di media sosial X.

Akun @ardisatriawan mengunggah cuplikan tersebut dan menulis, "MOMEN SIARAN LIVE PIDATO-NYA DICUT!!! Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir... Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir... Qatar juga mau punya senjata nuklir... Mesir juga mau senjata nuklir. Mic mati ganti klip iklan," tulis dia.

Akun tersebut sempat mengatakan bahwa video tersebut sudah diturunkan. Hasil pengecekan kembali IDN Times di akun YouTube Sekretariat Presiden, video di acara tersebut sudah tersedia kembali. Namun, bagian Prabowo menyinggung nuklir Iran yang sebelumnya muncul, kini telah hilang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More