CBS menjelaskan, AS sudah berkoordinasi dengan Israel soal rencana serangan ke infrastruktur energi milik Iran. Namun, Presiden AS, Donald Trump, kini belum memutuskan apa pun soal serangan tersebut. Sebab, ia baru mendiskusikan serangan tersebut dalam rapat kabinet di Camp David, Maryland, pada Jumat (31/7/2026) kemarin.
AS dan Israel Disebut Berencana Serang Infrastruktur Energi Iran

- Sumber anonim Timur Tengah menyebut AS dan Israel berkoordinasi merencanakan serangan gabungan terhadap infrastruktur energi Iran, termasuk pembangkit listrik dan kilang minyak.
- Presiden Donald Trump belum mengambil keputusan, tetapi mengancam melanjutkan serangan keras terhadap Iran dan menegaskan Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.
- Pejabat senior Iran menyatakan militernya telah menyiapkan rencana serangan balasan terhadap Washington dan Tel Aviv serta akan melindungi infrastruktur vital negara.
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) dan Israel disebut berencana untuk melakukan serangan gabungan ke infrastruktur energi milik Iran. Kabar itu disampaikan oleh sumber anonim dari Timur Tengah kepada CBS News pada Sabtu (1/8/2026). Infrastruktur energi yang dimaksud diduga merujuk pada pembangkit listrik dan kilang minyak milik Iran.
1. Trump mengancam akan menyerang Iran

Dalam rapat kabinet tersebut, Trump sempat melontarkan ancaman terhadap Iran. Trump mengatakan akan melanjutkan serangan terhadap Iran dengan kekuatan penuh. Sebab, Trump ingin Negeri Paman Sam memenangi perang. Ia yakin bisa mengalahkan Teheran karena kekuatan mereka kini mulai terkikis. Ancaman ini menguatkan kabar bahwa AS dan Israel memang berencana menyerang Iran.
“Sangat sederhana. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Kita akan menyerang Iran dengan sangat keras. Pada suatu saat nanti, mereka akan berkata, 'Kami sudah tidak tahan lagi’. Iran sedang dalam kondisi yang sangat buruk. Mereka sangat tidak jujur. Mereka sangat tidak terhormat dalam berurusan (dengan AS),” jelas Trump kepada wartawan usai rapat, seperti dilansir Anadolu Agency.
2. Iran sudah bersiap menghadapi serangan gabungan AS dan Israel

Merespons laporan CBS, seorang pejabat senior Iran anonim mengatakan negaranya tidak akan gentar jika AS dan Israel benar-benar menyerang. Sebab, pasukan militer Iran sudah membuat “Rencana komprehensif” untuk melakukan serangan balasan ke Washington dan Tel Aviv.
Pejabat itu mengatakan, Iran akan terus menjaga semua infrastruktur vital negara dari ancaman AS dan Israel. Bahkan, dengan cara kekerasan sekalipun. Sebab, infrastruktur vital, terutama yang berkaitan dengan energi, sangat krusial bagi seluruh rakyat Iran.
3. Israel sudah lama tidak terlibat perang dengan Iran

Sebetulnya, Israel saat ini sudah tidak terlibat secara fisik dalam berperang melawan Iran. Sebab, negara Yahudi tersebut sudah berhenti menyerang Iran sejak mereka menyetujui draf kesepakatan damai dengan AS pada Juni lalu. Saat Iran dan AS kembali berperang pada 11 Juli lalu pun Israel tidak terlibat di dalamnya.
Oleh karena itu, jika Israel benar-benar melakukan serangan ke Iran bersama AS, situasi di Timur Tengah tentu bisa makin kacau. Sebab, keterlibatan Israel dalam serangan ke Iran menandakan bahwa konflik kembali memanas seperti beberapa bulan ke belakang, terutama saat perang meletus pada 28 Februari lalu.

















