Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Israel Mau Usir Semua Warga Palestina dari Gaza, Gimana Caranya?
potret bendera Israel (unsplash.com/Levi Meir Clancy)
  • Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan Israel siap mengeluarkan seluruh warga Palestina dari Gaza lewat laut, udara, atau cara lain, jika rencana itu disetujui Amerika Serikat.
  • Katz mengatakan IDF akan memaksa warga Gaza mengungsi ke luar wilayah tersebut, tanpa menjelaskan tujuan mereka; Israel juga meningkatkan serangan dan pembangunan permukiman di Tepi Barat.
  • Donald Trump sempat mendukung relokasi sekitar 2 juta warga Gaza, tetapi kemudian menarik dukungan setelah kecaman regional; klaim Katz bahwa 80 persen warga ingin pergi belum terverifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel mengatakan pihaknya akan mengusir seluruh warga Palestina dari Gaza jika upaya tersebut disetujui Amerika Serikat (AS). Menteri Pertahanan Israel, Israel katz, mengatakan bahwa saat ini, pihaknya sudah menyampaikan rencana tersebut ke Washington dan sedang menunggu persetujuan mereka. 

"Pada akhirnya, tidak ada solusi nyata untuk Gaza tanpa migrasi ini. Pemerintah Israel telah terorganisir dan siap untuk mengeluarkan mereka (warga Palestina) dari Gaza, melalui jalur laut, udara, atau cara apa pun yang memungkinkan," kata Katz dalam konferensi yang diselenggarakan oleh media Israel, Ynet dan Yedioth Ahronoth, pada Rabu (2/9/2026), seperti dikutip The New Arab.

1. Israel akan memaksa warga Palestina meninggalkan Gaza dan mengungsi ke tempat lain

Sebuah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Israel. (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Katz mengatakan, jika disetujui AS, maka Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan memaksa semua warga Palestina untuk meninggalkan Gaza. Nantinya, mereka semua akan dipaksa untuk mengungsi ke tempat-tempat yang ada di luar Gaza. Namun, Katz tidak menjelaskan lebih lanjut ke mana warga Gaza bisa mengungsi jika sudah diusir IDF.

Selain Gaza, Israel sebetulnya saat ini juga berambisi untuk menguasai wilayah Palestina lainnya, yakni Tepi Barat. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan serangan IDF ke Tepi Barat selama beberapa pekan terakhir. Selain itu, Israel saat ini juga makin gencar membuka lahan untuk membangun pemukiman baru di Tepi Barat untuk warganya.  

2. Donald Trump sempat mendukung niat Israel mengusir warga Palestina dari Gaza

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Saat resmi menjabat lagi sebagai Presiden AS pada Januari 2025, Trump sempat mendukung ambisi Israel untuk mengusir 2 juta warga Palestina dari Gaza. Sebab, ia berniat untuk mengubah Gaza yang porak poranda akibat diserang Israel pada Oktober 2023 lalu menjadi kawasan resor mewah yang bisa jadi ladang bisnis baru untuk Negeri Paman Sam. 

Namun, Trump kini berubah pikiran dan menarik dukungannya terhadap Israel untuk menguasai Gaza. Sebab, upaya tersebut menuai kecaman dari sejumlah negara Timur Tengah yang berbatasan langsung dengan Israel dan Palestina, termasuk Mesir. Kairo mengecam niat Tel Aviv untuk mengusir paksa semua warga Palestina dari Gaza dan menganggap upaya tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

3. Katz mengklaim 80 persen warga Palestina ingin meninggalkan Gaza

potret Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz (commons.wikimedia.org/Itzhak Harari )

Pengusiran paksa warga Palestina dari Gaza ini sebetulnya sudah lama direncanakan oleh Israel. Sebab, Tel Aviv ingin menguasai semua wilayah Gaza. Untuk memuluskan rencana itu, maka hal yang perlu dilakukan adalah membasmi keberadaan warga Palestina dari wilayah tersebut. Kendati demikian, upaya Israel ini menuai banyak kecaman internasional karena termasuk kejahatan perang. 

Namun, Katz berdalih bahwa pengusiran warga Palestina dari Gaza tidak melanggar hukum internasional. Sebab, ia mengklaim sekitar 80 persen warga Palestina saat ini memang sudah ingin meninggalkan Gaza. Namun, klaim itu belum bisa dipastikan kebenarannya karena Katz tidak menjelaskan dari mana ia mendapatkan data tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article