Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Sebut Rudal Hizbullah Nyasar ke Markas UNIFIL 165 Kali
potret bendera Israel (pexels.com/Andrew Patrick Photo)
  • Militer Israel menyebut 165 rudal Hizbullah salah sasaran dan menghantam markas UNIFIL di Lebanon, yang seharusnya ditujukan ke posisi mereka.
  • Serangan rudal Hizbullah pada 30 Maret 2026 menewaskan tiga prajurit TNI di markas UNIFIL, memicu kecaman keras dari Indonesia dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
  • Dewan Keamanan PBB mengecam serangan tersebut serta menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia, sementara IDF berkoordinasi dengan UNIFIL untuk mencegah insiden serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Israel menyebut rudal milik Hizbullah menghantam markas UNIFIL di Lebanon karena salah sasaran sebanyak 165 kali. Klaim tersebut disampaikan oleh pasukan militer Israel (IDF) pada Minggu (5/4/2026).

“Sekitar 165 peluncuran roket yang dilakukan oleh organisasi teroris Hizbullah telah diidentifikasi jatuh di dalam atau di dekat posisi UNIFIL,” bunyi pernyataan IDF, seperti dilansir Times of Israel

Menurut IDF, rudal yang ditembakkan Hizbullah dari Lebanon selatan sebetulnya ditujukan kepada mereka. Namun, rudal tersebut kerap salah sasaran hingga akhirnya menyasar markas UNIFIL. 

1. Rudal Hizbullah menewaskan pasukan TNI di UNIFIL pekan lalu

potret prajurit TNI yang bertugas di UNIFIL (commons.wikimedia.org/Indonesian Navy)

Sebelumnya, rudal Hizbullah menghantam markas UNIFIL yang ada di Lebanon pada Senin (30/3/2026) pekan lalu. Insiden tersebut menewaskan tiga pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di sana. Jenazah dari ketiga TNI tersebut sudah dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu (4/4/2026).

Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam serangan Hizbullah yang menyasar markas UNIFIL hingga menewaskan anggota TNI. Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menyebut insiden tersebut seharusnya tidak menimpa pasukan perdamaian yang bertugas di UNIFIL. 

“Ini adalah misi perdamaian. Insiden seperti ini seharusnya tidak terjadi. Harus ada jaminan keamanan bagi para prajurit penjaga perdamaian,” kata Sugiono saat menerima jenazah TNI yang gugur akibat serangan Hizbullah dilansir Al Jazeera.

2. Dewan Keamanan PBB juga mengecam serangan Hizbullah di markas UNIFIL

potret logo Dewan Keamanan PBB (pixabay.com/Chickenonline)

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) juga mengecam serangan Hizbullah yang menyasar markas UNIFIL di Lebanon pekan lalu. Mereka juga turut berduka atas tewasnya tiga prajurit TNI yang sedang bertugas di sana. Mereka juga mendoakan korban yang mengalami luka agar segera pulih. 

"Para anggota Dewan Keamanan (PBB) menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam kepada keluarga para korban serta kepada Indonesia. Mereka mendoakan kesembuhan yang cepat dan sepenuhnya bagi mereka yang terluka,” bunyi pernyataan resmi DK PBB dilansir Anadolu Agency.

“Mereka memberikan penghormatan atas dedikasi dan pengabdian semua pasukan penjaga perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa mereka demi perdamaian dan keamanan internasional dan menyampaikan apresiasi mendalam mereka kepada negara-negara penyumbang pasukan UNIFIL," tambah pernyataan itu.

3. IDF sudah berkoordinasi dengan UNIFIL untuk mencegah serangan Hizbullah

potret pasukan UNIFIL (flickr.com/Irish Defence Forces via commons.wikimedia.org/Irish Defence Forces)

Untuk mencegah serangan serupa dari Hizbullah, IDF mengatakan telah berkoordinasi dengan semua prajurit UNIFIL di Lebanon. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap peluncuran rudal dari Hizbullah tidak kembali salah sasaran dan membahayakan personel UNIFIL.

“Hizbullah secara sistematis melanggar hukum internasional sambil membahayakan pasukan internasional dan melukai personel PBB. IDF terus menjaga koordinasi dengan pasukan UNIFIL di daerah tersebut,” bunyi pernyataan IDF dalam sebuah unggahan di laman X

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team