Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Puluhan Ribu Warga Serbia Demo Tuntut Pemilu Lebih Awal

Puluhan Ribu Warga Serbia Demo Tuntut Pemilu Lebih Awal
aksi protes di Serbia pada Maret 2025 (Emilija Knezevic, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Puluhan ribu warga Serbia, dipimpin mahasiswa, turun ke jalan di Beograd menuntut pemilu lebih awal dan pengusutan korupsi setelah tragedi runtuhnya atap stasiun Novi Sad.
  • Aksi yang awalnya damai berubah ricuh saat demonstran bentrok dengan polisi; gas air mata dan granat kejut ditembakkan, sementara beberapa peserta ditahan aparat berpakaian preman.
  • Presiden Aleksandar Vucic mengecam kerusuhan dan menyebut aksi itu penuh kekerasan, sedangkan Dewan Eropa menilai insiden ini mencerminkan kemunduran hak asasi manusia di Serbia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Puluhan ribu warga yang dipimpin oleh mahasiswa menggelar unjuk rasa besar-besaran di ibu kota Serbia, Beograd, pada Sabtu (23/5/2026). Mereka turun ke jalan untuk memprotes pemerintah dan menuntut percepatan pemilihan umum parlemen.

Gerakan ini dipicu oleh tragedi runtuhnya atap stasiun kereta api Novi Sad pada November 2024 yang menewaskan 16 orang. Masyarakat menilai insiden maut tersebut adalah bukti nyata dari korupsi dan kelalaian panjang rezim penguasa.

1. Massa tuntut perbaikan hukum dan pengusutan kasus korupsi

protes di Serbia
protes di Serbia (Emilija Knezevic, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Para pengunjuk rasa membanjiri Lapangan Slavija dengan membawa berbagai spanduk perlawanan. Banyak peserta tampak mengenakan kaus bertuliskan moto gerakan pemuda yaitu "Mahasiswa menang". Massa mendesak pemerintah untuk segera mengembalikan supremasi hukum yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Mereka juga menuntut pengusutan tuntas kasus korupsi yang merugikan negara selama bertahun-tahun.

"Tujuan protes hari ini adalah berkumpul untuk memperjelas bahwa kami masih ada di sini. Kami terus berjuang dan tidak akan pernah berhenti," ujar seorang mahasiswa, Andjela, dilansir France24.

Di tengah antusiasme massa, perusahaan kereta api negara mendadak membatalkan semua perjalanan dari dan menuju Beograd pada Sabtu. Panitia menuduh pemerintah sengaja melakukan pemblokiran agar warga dari luar kota tidak bisa bergabung dalam aksi tersebut.

2. Bentrokan pecah antara demonstran dan kepolisian

Bendera Serbia. (pixabay.com/apakom)
Bendera Serbia. (pixabay.com/apakom)

Unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai mendadak berubah ricuh menjelang malam. Sekelompok demonstran muda nekat melempari barisan polisi dengan batu, botol, dan suar. Pasukan antihuru-hara merespons serangan tersebut secara agresif. Aparat keamanan menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan massa.

Para pedemo yang marah membalas dengan membakar tempat sampah dan menggulingkannya ke tengah jalan raya. Pihak kepolisian kemudian mengerahkan kendaraan taktis untuk memblokir pergerakan massa menjauh dari gedung pemerintahan.

Rekaman yang beredar menunjukkan sejumlah demonstran ditahan oleh aparat berpakaian preman. Kantor kejaksaan setempat berjanji akan mengidentifikasi serta mengadili seluruh pelaku kekerasan sesuai hukum yang berlaku.

3. Presiden Serbia kecam kerusuhan

Presiden Serbia Aleksandar Vucic
Presiden Serbia Aleksandar Vucic (Duma.gov.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengecam kerusuhan di ibu kota. Ia menyebut kelompok pengunjuk rasa tersebut telah menunjukkan sifat asli mereka yang penuh dengan kekerasan.

"Pemandangan yang kita saksikan malam ini sangat tidak baik dan menyedihkan bagi semua warga. Namun, mereka tidak akan mengubah apa pun dengan cara ini," kata Vucic.

Ketua Parlemen Ana Brnabic juga meremehkan aksi protes yang diinisiasi oleh kelompok mahasiswa tersebut. Ia justru mengklaim bahwa nilai demokrasi di Serbia saat ini sedang berkembang dengan pesat.

Pihak kepolisian memperkirakan jumlah peserta unjuk rasa di lapangan mencapai sekitar 34.300 orang. Sementara itu, Dewan Eropa menyoroti rentetan insiden ini sebagai bukti kemunduran situasi hak asasi manusia di Serbia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More